LENSAINDONESIA.COM: Aktivitas pengungsi korban erupsi Gunung Kelud di seluruh wilayah Kabupaten Malang mulai sepi. Seperti halnya tempat penampungan pengungsi di Balai Desa Kasembon, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sejak Kamis (20/02/14), mulai ditinggalkan warga ke rumahnya masing-masing.
Warga dibantu aparat TNI AL meninggalkan pengungsian dan kembali ke rumah masing-masing, setelah mendapat informasi resmi dari pihak pemerintah pada pukul 10.00 WIB, bahwa Gunung Kelud sudah tidak lagi berstatus Awas dalam raidius sepuluh kilo meter.
Baca juga: TNI AL bantu warga lereng kelud rame-rame tinggalkan pengungsian dan Warga lereng Kelud yang terisolir lega, jembatan putus diperbaiki PU
Jumlah pengungsi di Balai Desa Kasembon sejak Jumat (13/02/14) hingga saat ini sekitar seribu orang. Setelah mendengar status Gunung Kelud diturunkan, warga Desa Pondok Agung merasa senang.
Rasa gembira tampak pada wajah kaum ibu dan anak-anak menjelang kepulangan ke rumahnya masing-masing. Selama satu minggu mereka berada di pengungsian.
Warga Desa Pondok Agung diangkut dua truk Marinir TNI AL dari dari Balai Desa Kasembon ke kampung halamannya yang berjarak sekitar sepuluh kilo meter. Saking senangnya, ada beberapa ibu dan anaknya tidak mau turun dari kendaraan padahal sudah sampai di depan rumahnya.
Salah satunya adalah Nuri Handayani (21 tahun). Ibu satu anak ini tetap bertahan di truk yang mengangkutnya hingga Desa Mendalan yang jaraknya sekitar 7 km dari dusunnya. @PR. Dispenarmatim
0 comments:
Post a Comment