Thursday, February 20, 2014

Indonesia Fashion Week 2014 resmi dibuka

Indonesia Fashion Week 2014 resmi dibuka




LENSAINDONESIA.COM: Pesta tahunan bagi desain karya bangsa, Indonesia Fashion Week (IFW) 2014 kembali digelar. Acara ini menyajikan rangkaian, pameran dagang, pengembangan kompetensi, seminar, workshop dan talk show bagi insan mode Indonesia.


Event tahunan ini telah diadakan sebanyak 3 kali dan didukung lima kementerian yakni Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.


Baca juga: Indonesia Fashion Week 2014 diikuti 20 desainer beken dan 16 item fashion yang wajib ada di lemari kamu! cek disini


Mengusung tema “Local movement and Green movement”, ajang IFW 2014 ini ingin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap fesyen Indonesia sehinga jumlah penggunaan produk lokal terus bertambah dan memacu percepatan produksi produk Indonesia serta promosi ke luar negeri.


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu dalam sambutannya mengatakan Local Movement diwujudkan melalui pendekatan tren dalam program Indonesia Trend Forecasting. Program ini ingin mengangkat beragam sumber daya dan budaya tanah air. Hal ini mengacu pada kecenderungan industri kreatif global melalui strategi research, creative and development, serta capacity building yang diharapkan dapat menembus pasar internasional.


“Tema Local movement and Green movement yaitu sebuah ajakan untuk bangga dan mencintai fesyen Indonesia. Tema ini juga mengajak kita untuk bangga terhadap tanah air,” ujar Mari saat membuka resmi IFW 2014 di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2014).


Mari Elka menjelaskan, bahwa fesyen memiliki potensi besar dalam menciptakan Indonesia maju. Oleh karena itu dipandang perlu bagi pihak-pihak terkait untuk dapat mensinergikan hal-hal yang dapat mewujudkan cita-cita tersebut. Selain itu, sektor fesyen berpotensi besar menjadi sumber pemasukan utama negara dan sumber lapangan kerja. Ini juga mendapat dukungan dari faktor populasi penduduk yang besar dan memiliki kesadaran yang tinggi akan fesyen. Indonesia diuntungkan dengan memiliki potensi lokal yang melimpah.


“Diperlukan sinergitas dari para stakeholders sehingga dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dengan tujuan itu, blue print ekonomi kreatif

fesyen dibuat yakni sebagai sebuah perwujudan dari rumusan strategi-strategi untuk memperkuat fesyen Indonesia,” katanya.


Mari berbangga perhelatan IFW 2014 ini telah menghimpun banyak pihak mulai dari asosiasi terkait fesyen, perancang mode, akademisi, pengusaha hingga pemerintah sehingga menjadi sebuah kesatuan untuk mewujudkan kesejahteraan Indonesia. “Jika sebelumnya upaya tersebut belum terarah, melalui blue print dan Indonesia Fasion Week, kita telah berkesempatan untuk menunjukkan hasil kerjasama kita untuk selangkah lebih dekat, merealisasikan mimpi indah Indonesia menjadi salah satu pusat mode di tahun 2025,” jelas Mari.


Mari Elka juga berkomentar mengenai tren forecasting bahwa fesyen merupakan salah satu sektor ekonomi kreatif dan mengambil peran penting dalam eksistensi industri ekonomi kreatif. Fesyen juga memberi sumbangsih terhadap PDB pada tahun 2013 bersama dengan subsektor kuliner, subsektor mode menjadi penyumbang nomor 2 setelah kuliner mencapai Rp 181,6 triliun atau 28,3%.


“Di Indonesia, masyarakat pada umumnya sudah sadar akan pentingya fesyen dengan munculnya berbagai online shopping, outlet-outlet, kegiatan pekan mode tahunan, keterlibatan dalam bursa mode luar negeri, sehingga mewujudkan mimpi Indonesia sebagai salah satu pusat mode dunia bukan sesuatu yang mustahul,” tuturnya. @rudi


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment