Friday, February 21, 2014

Warga Kecamatan Puncu sudah bisa nikmati air bersih

Warga Kecamatan Puncu sudah bisa nikmati air bersih




LENSAINDONSIA.COM: Pasca erupsi Gunung Kelud, kondisi Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, tampak porak poranda, bahkan seluruh akses jalan tertutup, listrik padam, sumber air tertutup oleh material erupsi gunung Kelud, Jumat (21/02.14).


Menurut Satgas Bencana Kelud Kopassus Mayor Inf Wahyu Yuniartoto, Kopassus yang beranggotakan 41 personel pada Sabtu (15/2/14) lalu dengan menggunakan 5 Unit Truk NPS Kopassus, 1 Unit Mobi khusus Evakuasi ( Hagglund) dan 1 Unit Ambulance bergerak menembus jalan kampung yang pucat pasi diliputi abu vulkanik, jalan perkampungan ditimbun material pasir batu setebal 60 Cm, Sampailan di Dususn Sukomoro dan Dusun Laharpang yaitu dusun yang paling parah kondisinya akibat erupsi Gunung Kelud.


Baca juga: Group-2 Kopassus salurkan bantuan 1000 ember bahagia dan Kendaraan Hagglunds perkuat proses evakuasi bencana Gunung Kelud


“Situasi sangat memperihatinkan, warga kekurangan air bersih, 9 bahan pokok dan kesehatan mereka sangat buruk. Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menginformasikan penurunan status dari awas ke siaga, Kami langsung membentuk tim berjumlah 25 terdiri dari anggota Kopassus, Kodim, relawan dan dinas PDAM,” kata Wahyu.


Dansatgas menambahkan, Tim ini bertugas menyusuri saluran pipa air yang mengalirkan ke 3 desa yaitu desa Puncu, desa Asmoro Bangun dan desa Sata yang berjumlah 25 ribu warga dengan perjalanan memakan waktu 4 jam. Perlengkapan yang dibawa adalah Peta, GPS dan Kompas, Pipa besar berdiameter 20 cm sepanjang 30 m yang dipotong menjadi tiga bagian.


“Dengan menyusuri medan yang sangat terjal Satgas Kopassus yang beranggotakan 25 orang tersebut terus menanjaki lereng gunung Kelud, medan yang terjal sangat menghambat pembawaan pipa yang dibawa dengan cara dipanggul secara bergantian,” ujarnya.


Wahyu menjelaskan, tepat di ketinggian 1055 meter diatas permukaan air laut Tim menemukan titik air yang mengalami kondisi rusak parah, pipa patah sepanjang 25 m, dugaan terjadinya kebocoran pipa dengan cepat pipa dilakukan penyambungan dan pemasangan kaki kaki penopang pipa, cuaca saat itu sudah mulai turun hujan,debit air sudah mulai naik.


“Walaupun kondisi cuaca sudah mulai hujan pekerjaan untuk menyelamatkan jiwa masyarakat haruslah tuntas. Akhirnya pemasangan pipa selesai tepat pukul 12.45.wib Sekarang warga kecamatan Puncu sudah bisa menikmati air bersih,” pungkasnya. @winarko


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment