LENSAINDONESIA.COM: Hari-hari “enjury time” jelang Pileg 9 April, politisi PKS, Fahri Hamzah semakin keras menyerang Jokowi sebagai Capres yang diusung PDI Perjuangan. Fahri mengklaim Gubernur DKI Jakarta Jokowi belum layak memimpin Indonesia. Dia menuding Jokowi akan jadi boneka asing bila sampai memimpin 260 juta rakyat Indonesia.
“Memang drama Jokowi mirip boneka. Janganlah jadi pemimpin 260 juta rakyat, kalau tidak independen,” tegas Fahri, Jakarta, Jumat (04/04/14)
Baca juga: Jokowi tetap teratas di survey LSJ, Wiranto 'pancal' Prabowo & ARB dan IndoStrategi: Jokowi pantas gandeng Gita Wirjawan
Alasan Fahri menolak mantan Walikota Solo itu menjadi Presiden RI, lantaran Indonesia merupakan negara berdaulat.
“Dan kita, tak mungkin dipimpin orang yang tidak merdeka,” tandas Fahri, tanpa merinci lebih detail kenapa menyebut Jokowi figur pemimpin yang tidak merdeka.
Seperti diketahui, Ketua Dewan Pembina Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto pun menyebut Jokowi merupakan capres boneka. Hal itu dinyatakan Prabowo dengan terng-terangan ketika berkampanye di Sragen, Jawa Tengah, 16 Maret lalu.
Prabowo menilai, pengusaha mebel itu hanya menjadi kepanjangan tangan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Karena itu, mantan Danjen Kopassus ini mengingatkan, agar memilih presiden yang Pancasilais, berani memberantas korupsi, tidak tunduk pada kekuatan asing, dan tidak menjadi boneka orang lain.
Bahkan penilaian Prabowo yang terkesan diamini Fahri Hamzah itu, belakangan juga semakin dipertajam dengan puisi Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon dengan menulis sajak Tentang Boneka seperti berikut ini;
sebuah boneka
berbaju kotak merah muda
rebah di pinggir kota
boneka tak bisa bersuara
kecuali satu dua kata
boneka tak punya wacana
kecuali tentang dirinya
boneka tak punya pikiran
karena otaknya utuh tersimpan
boneka tak punya rasa
karena itu milik manusia
boneka tak punya hati
karena memang benda mati
boneka tak punya harga diri
apalagi nurani
dalam kamus besar boneka
tak ada kata jujur, percaya dan setia
boneka bebas diperjualbelikan
tergantung penawaran
boneka jadi alat mainan
bobok-bobokan atau lucu-lucuan
boneka mengabdi pada sang tuan
siang dan malam
boneka bisa dipeluk mesra
boneka bisa dibuang kapan saja
sebuah boneka
tak punya agenda
kecuali kemauan pemiliknya
Fadli Zon, 3 April 2014
@endang
0 comments:
Post a Comment