Thursday, April 3, 2014

Fahri PKS: Jokowi itu boneka asing, jangan sampai pimpin Indonesia

Fahri PKS: Jokowi itu boneka asing, jangan sampai pimpin Indonesia



LENSAINDONESIA.COM: Hari-hari “enjury time” jelang Pileg 9 April, politisi PKS, Fahri Hamzah semakin keras menyerang Jokowi sebagai Capres yang diusung PDI Perjuangan. Fahri mengklaim Gubernur DKI Jakarta Jokowi belum layak memimpin Indonesia. Dia menuding Jokowi akan jadi boneka asing bila sampai memimpin 260 juta rakyat Indonesia.


“Memang drama Jokowi mirip boneka. Janganlah jadi pemimpin 260 juta rakyat, kalau tidak independen,” tegas Fahri, Jakarta, Jumat (04/04/14)


Baca juga: Jokowi tetap teratas di survey LSJ, Wiranto 'pancal' Prabowo & ARB dan IndoStrategi: Jokowi pantas gandeng Gita Wirjawan


Alasan Fahri menolak mantan Walikota Solo itu menjadi Presiden RI, lantaran Indonesia merupakan negara berdaulat.


“Dan kita, tak mungkin dipimpin orang yang tidak merdeka,” tandas Fahri, tanpa merinci lebih detail kenapa menyebut Jokowi figur pemimpin yang tidak merdeka.


Seperti diketahui, Ketua Dewan Pembina Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto pun menyebut Jokowi merupakan capres boneka. Hal itu dinyatakan Prabowo dengan terng-terangan ketika berkampanye di Sragen, Jawa Tengah, 16 Maret lalu.


Prabowo menilai, pengusaha mebel itu hanya menjadi kepanjangan tangan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Karena itu, mantan Danjen Kopassus ini mengingatkan, agar memilih presiden yang Pancasilais, berani memberantas korupsi, tidak tunduk pada kekuatan asing, dan tidak menjadi boneka orang lain.


Bahkan penilaian Prabowo yang terkesan diamini Fahri Hamzah itu, belakangan juga semakin dipertajam dengan puisi Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon dengan menulis sajak Tentang Boneka seperti berikut ini;


sebuah boneka

berbaju kotak merah muda

rebah di pinggir kota


boneka tak bisa bersuara

kecuali satu dua kata

boneka tak punya wacana

kecuali tentang dirinya

boneka tak punya pikiran

karena otaknya utuh tersimpan

boneka tak punya rasa

karena itu milik manusia

boneka tak punya hati

karena memang benda mati

boneka tak punya harga diri

apalagi nurani


dalam kamus besar boneka

tak ada kata jujur, percaya dan setia

boneka bebas diperjualbelikan

tergantung penawaran

boneka jadi alat mainan

bobok-bobokan atau lucu-lucuan

boneka mengabdi pada sang tuan

siang dan malam


boneka bisa dipeluk mesra

boneka bisa dibuang kapan saja


sebuah boneka

tak punya agenda

kecuali kemauan pemiliknya


Fadli Zon, 3 April 2014


@endang


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment