Thursday, April 3, 2014

Solar bersubsidi Karesidenan Kediri dikuasai pengusaha ‘hitam’

Solar bersubsidi Karesidenan Kediri dikuasai pengusaha ‘hitam’




LENSAINDONESIA.COM: Praktik penumbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi marak di wilayah Karesidenan Kediri (Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk).


Solar bersubsidi wilayah ini diduga menjadi ajang monopoli para pengusaha ‘hitam’ yang berpusat di Tulungagung.


Baca juga: Polres Sumenep abaikan laporan pengusaha APMS dan Kejari Tanjung Perak 'Sembunyikan' tersangka BBM ilegal


Berdasarkan penerlusuran lensaindonesia.com, solar bersubsidi yang ditimbun kemudian dijual ke sejumlah perusahaan ini didapat dari sejumlah SPBU yang sudah diajak ‘kongkalikong’


Untuk wilayah Kediri praktek penimbunan dikoordinir oleh seorang aparat TNI berinisial W. Modus operasinya, W menggunakan jasa puluhan warga yang direkrut untuk menjadi pekerja angkut.


Para penggangkut BBM tersebut setiap hari bolak-balik ‘menguras’ solar bersubsidi dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Umumnya, mereka mengusung solar dari SPBU ke lokasi penimbunan dengan jurigen.


Tak tanggung-tanggung, sekali angkut mereka bisa mengangkut sebanyak 245 liter solar, atau tujuh jerigen berukuran 35 liter. Dalam sehari, puluhan kuli angkut mampu menguras 10 hingga 15 ton solar bersubsidi dari satu SPBU.


Pembelian solar secara besar-besaran ini belum diketahui oleh masyarakat umum. Sebab, penampilan kuli angkut tersebut sekilas mirip penjual bensin eceran yang tengah ‘kulak’an’.


Seorang sumber menyebutkan, bisnis BBM ilegal ini bisa berjalan mulus sebab pengusaha berkerjasama dengan pihak SPBU. Pihak SPBU mau ‘kongkalikong’ karena mendapat keuntungan yang besar.


Sama halnya dengan di Kediri, penimbunan juga terjadi di Blitar. Di wilayah ini, penimbunan solar diwilayah ini di bekingi oknum polisi berinisial M.


“Solar dari dan Blitar ini dijual ke PT PTN yang kemudian di jual lagi ke sejumlah perusahaan dan kapal. Modus penjualanya, solar bersubsidi itu mereka sebut solar industri,” kata sumber yang menolak disebutkan identinya ini.


PT PTN merupakan pemasok kebutuhan solar di pantai Prigi dan sejumlah perusahaan di wilayah Karesidenan Kediri. PT PTN yang memasok solar dengan truk tangki hijau itu juga melayani perusahaan di wilayah Sepanjang, Sidoarjo.


Terkait praktek permainan BBM ilegal ini, pihak PT PTN belum bisa dikonfirmasi. Seorang Bos PT PTN ketika dihubungi juga mengaku masih sibuk rapat. “Bapak masih rapat,” singkat seorang pria yang mengangku sebagai asisten S, kemarin.


Akibat praktik penimbunan besar-besaran ini, kebutuhan solar di wilayah Karesidenan Kediri rawan mengalami kelangkaan. Hingga saat ini, bisnis BBM ilegal ini pun belum tersentuh hukum.@ridwan_LICOM


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment