LENSAINDONESIA.COM: Sepekan setelah dilantik menjadi Walikota Madiun untuk kedua kalinya, Bambang Irianto langsung melakukan bongkar pasang pejabat. Sebanyak 59 pejabat, mulai eselon II, III dan IV pun dimutasi.
Sejumlah pejabat yang dianggap loyal dan berprestasi bakal dipromosikan ke tempat yang strategis. Sedangkan yang dianggap mbalelo atas kepemimpinannya selama periode 2009-2004 kemarin pun ‘dikotak’ di posisi jabatan tak strategis.
Baca juga: Walikota Madiun yang baru janji bakal perbaiki kualitas pendidikan dan Anggaran tak terserap, SILPA Kota Madiun Rp 169,4 miliar
Mereka yang dianggap mbalelo atas kepemimpinannya selama periode 2009-2004 kemarin pun ‘dikotak’ .
Bambang Irianto mengatakan, mutasi ini dilakukan guna peningkatan kinerja pejabat. “Saya menempatkan orang-orang KW 1 atau kualitas terbaik di bidangnya. Pertimbangannya, mereka telah mampu, terpilih, dan sudah mengikuti berbagai diklat. Hal ini juga sebagai langkah penyegaran,” ujar Wali Kota Madiun Bambang Irianto usai pelantikan pejabat di Gedung Diklat Madiun (GuLun), Kota Madiun, Senin (05/05/2014).
Ketua DPC Partai Demokrat ini menolak jika mutasi jabatan yang dilakukannya tersebut untuk memindahkan beberapa orang yang dinilai tidak sepaham dengannya setelah pelantikannya kemarin. Ia menilai, mutasi adalah penghargaan bagi orang-orang berprestasi.
Secara rinci, terdapat 59 pejabat dari staf kantor hingga kepala dinas mengalami perpindahan dari jabatan semula. Antara lain, tujuh pejabat eselon II, 19 pejabat eselon III, dan 33 pejabat eselon IV.
Di jajaran eselon II, tiga pejabat setingkat kepala dinas berpindah ke jabatan baru sebagai staf ahli wali kota. Mereka adalah Suryo Hadidono yang semula sebagai kepala Dinas Pertanian menjadi staf ahli Wali Kota Madiun bidang pembangunan; Eddy Hermayanto yang semula Sekretaris DPRD Kota Madiun digeser menjadi staf ahli wali kota bidang pemerintahan; dan Heri Ilyus yang semula kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menjadi staf ahli wali kota bidang hukum dan politik.
Sementara itu, di tingkat eselon III, tiga camat di Kota Madiun merupakan wajah baru. Jabatan Camat Taman Kota Madiun digeser dari Edy Djoko Purnomo kepada Doris EP. Sedangkan posisi Doris yang semula adalah Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah ditempati Edy Djoko Purnomo.
Pemindahal Kabag Humas dan Protokol sendiri sempat membuat kaget dan kecewa sejumlah PNs dan beberapa wartawan. Pasalnya Doris dinilai sudah bisa merangkul wartawan dan memiliki kinerja yang baik dibanding pejabat sebelumnya.
Dua posisi camat yang lain, yaitu posisi Camat Kartoharjo yang dulu dijabat Agung Mursidi kini dijabat Tjatoer Wahjoedianto yang sebelumnya menjabat Kabid keluarga sejahtera dan Informasi keluarga, Badan pemberdayaan Masyarakat, KB dan Ketahanan Pangan. Agung Mursidi kini menjabat sebagai Kabag Administrasi Pemerintahan Umum Pemkot Madiun.
Sedangkan Camat Manguharjo yang sebelumnya Sunardi Nurcahyono posisinya digantikan dengan Muntoro Danardono yang semula adalah Sekretaris Dinas Pertanian. Sunardi sendiri mengisi jabatan Kasat Polisi Pamong Praja yang ditinggalkan Agus Subanto.@dhimas_adi
0 comments:
Post a Comment