LENSAINDONESIA.COM: Pasca deklarasi penutupan Lokalisasi Dolly dan Jarak, Walikota Surabaya Tri Rismaharini memberi tenggang waktu lima hari bagi Pekerja Seks Komersial (PSK) dan mucikari untuk mengambil uang kompensasi.
“Setelah lima hari pasca penutupan, kami akan melakukan razia di lokasi untuk membersihkan spanduk dan melakukan operasi di Lokalisasi Dolly. Kami beri waktu lima hari, kalau kompensasi tidak diambil ya kami kembalikan ke pemerintah pusat,” ancam Walikota Surabaya ini.
Baca juga: Dolly ditutup, ormas Islam Jatim syukuran di Grahadi dan Pelaku penyerangan Dolly juga ngamuk di Mapolrestabes Surabaya
Sementara itu ketika ditanya tentang program yang disiapkan pasca penutupan, pihaknya akan menitik beratkan pada pemulihan ekonomi dan penanganan psikologi pada anak-anak yang tinggal di Lokalisasi Dolly itu.
“Tugas kami pasca penutupan Lokalisasi Dolly tak ringan, malah makin berat. Kami masih punya banyak pekerjaan rumah terutama memulihkan kondisi psikologi anak-anak agar bisa menjadi lebih baik. Soal pemulihan perekonomian, sudah direncanakan membangun wilayah perindustrian dan perdagangan di bekas Lokalisasi Dolly,” cetus Risma. @iwan_christiono
0 comments:
Post a Comment