Wednesday, September 17, 2014

Antisipasi ISIS, Wagub Jatim minta ijin pendirian Ponpes diperketat

Antisipasi ISIS, Wagub Jatim minta ijin pendirian Ponpes diperketat




LENSAINDONESIA.COM: Ditemukannya pelaku jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) asal Indonesia di Poso, Sulawesi Tengah membuat geram sejumlah pihak. Terlebih dari ketiga pelaku penyebar ajaran ISIS itu, ada satu mantan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.


Mendengar kabar ini Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, mengaku prihatin atas ditangkapnya Saiful Priatna alias Ipul, mantan santri Ponpes Tebu Ireng yang ikut bergabung menyebarkan ajaran ISIS. “Kami prihatin kalo alumni Ponpes ikut-ikutan dala m jaringan semacam ISIS. Kan jelas itu jauh dari ajaran kiai. Kedepan, kami minta semua ikut terlibat dalam usaha pembinaan umat terhadap para santri,” ujarnya kepada Lensa Indonesia.


Baca juga: Diduga jaringan ISIS, Densus 88 bekuk empat warga Turki di Poso dan Muhammadiyah tegaskan tolak keberadaan ISIS di Indonesia


Bahkan Saifullah Yusuf mengusulkan kepada pemerintah daerah (Pemda) dalam hal ini, bupati/walikota hingga tingkat camat harus teliti sebelum memberikan izin pendirian Ponpes atau lembaga pendidikan lainnya. “Perlu dicek asal usulnya, nasab keilmuannya seperti apa. Kalau memang dirasa aman, ijin baru bisa dikeluarkan,” katanya.


Saifullah Yusuf menilai, Indonesia terlalu longgar untuk menerima orang-orang baru. Karenanya mulai dari sekarang perlu untuk menghidupkan kembali peran pengurus RT/RW yang ada di seluruh wilayah. Pihaknya tak ingin, pengamanan rendah di sejumlah wilayah Indonesia khususnya di Jatim dimanfaatkan oleh oknum yang tak bertanggungjawab.


“Kewaspadaan juga harus ditingkatkan. Mulai tingkat RT-RW, jika ada warganya yang baru baik kos atau kontrak harus didata dan diminta surat perjanjian. Ini bentuk kewaspadaan dini yang dimulai dari bawah,” tegas Wagub Jatim dua periode ini.


Sekedar diketahui, Saiful Priatna, mantan Santri Ponpes Tebu Ireng, Jombang dibekuk bersama empat warga negara asing (WNA) asal Turki di Poso, Sabtu (13/9/2014) lalu karena terlibat jaringan ISIS. Saiful sendiri diketahui pernah belajar di Tebu Ireng sekitar tahun 2000-an namun tidak sampai tamat.@sarifa


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment