Sunday, October 19, 2014

Jokowi pidato kenegaraan, ajak para tukang bakso ikut kerja keras

Jokowi pidato kenegaraan, ajak para tukang bakso ikut kerja keras




LENSAINDONESIA.COM: Prosesi pelantikan Presiden ke-7 Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berlangsung lancar dan aman. Acara pelantikan dimulai sejak Pukul 10.00 WIB dan berakhir sekitar Pukul 11.05 WIB itu, Jokowi sempat berpidato kenegaraaan pertama sekitar tujuh menit. Bahkan, undangan sempat dibuat senyum tersipu-sepu ketika Jokowi menyebut tukang bakso pada pidato politiknya.


“Kepada para nelayan, para buruh, sopir, dan para pedagang bakso, juga para pengusaha, semua yang bekerja di pemerintahan, dan yang lainnya, saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu membahu, bergotong royong,” kata Jokowi di depan rapat paripurna DPR/ MPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Senin (20/1/14).


Baca juga: Usai dilantik, Jokowi salami para politisi yang kerap mengkritiknya dan Tinggalkan tempat duduk, Titiek Soeharto ucapkan selamat pada Jokowi


Momen bersejarah bagi bangsa Indonesia ini, dihadiri semua mantan presiden dan mantan Wapres yang masih sehat, seperti Presiden RI keempat BJ Habibie, Presiden kelima Megawati, Wakil Presiden ke enam Try Soetrisno, dan Wakil Presiden era Megawai Hamzah Haz. Hadir pula semua Ketua partai baik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang dimotori Ketum PDIP Megawati, dan dan Koalisi Merah Putih (KMP) yang dipimpin Prabowo dan Ketum Golkar Aburizal Bakrie.


Suasana pelantikan berbeda seperti yang dikhawatirkan sebelumnya bahwa terjadi ketegangan. Bahkan, sejak awal saat para undangan memenuhi Ruang Rapat Paripurna I Gedung DPR RI, situasi pun terkesan saling bersahaja, saling menyapa dan guyub.


Bahkan, Jokowi sempat mendapat aplaus tepuk tangan panjang ketika mengawali pidato kenegaraannya, memanggil nama rival politik Pilpres, Prabowo Soebianto. “Yang terhormat kepada rekan dan sahabat saya Prabowo Soebianto…”, demikian sebut Jokowi di atas podiom, setelah menyebut para undangn dan tamu negara yang hadir.


Namanya disebut Jokowi, Prabowo yang duduk di deretan kursi undangan para petinggi partai, ia terlihat langsung berdiri dan memberi hormat dari kejauhan dengan gaya khas prajurit. Sambutan tepuk tangan undangan pun kembali bergema.


Kemudian, Jokowi melanjutkan pidato kenegaraannya. Berikut petikannya


Kami Joko Widodo dan Jusuf Kalla baru saja mengucapkan sumpah. Kini, saatnya kita menyatukan hati dan tangan kita

untuk mencapai negara yang berdaulat….


Saya yakin akan bisa memikul bersama-sama, dengan persatuan dan gotong royong dan kerja keras. Persatuan dan gotong royong syarat menjadi bangsa besar.


Pemerintaan yang saya pimpin akan memastikan bahwa Saya juga mengajak seluruh warga negara untuk bekerja dalam semangat yang sama.’Saya yakin negara ini akan menjadi kuat,


Kepada para nelayan, para buruh, para sopir, pedagang bakso, para pengusaha, semua yang bekerja di pemerintahan, dan yang lainnya, saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu membahu, bergotong royong. Inilah momen yang saja tepat…


Kita harus harus berkeja sekeras-kerasnya membangun Indonesia sebagai negara maritim…. Kita terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudera, kita harus kembali menjadi bangsa sesuai dengan motto “Jalesveva Jayamahe”, di laut kita jaya seperti yang pernah dialami nenek moyang kita.


Saudara-saudara setanah air, kerja besar tidak mungin dikerjakan Presiden dan wakil Presiden, tetapi merupakan kerja kolektif. Semuanya ikut bekerja bahu membahui. Lima tahun ke depan, saya yakin dengan bekerja gotong royong, kita mampu untuk membesarkan Indonesia berdasarkan perdamainan.


Kepada sahabat saya negara-negara tetangga, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Saya menegaskan pemerintahan saya, sebagai negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia, siap untuk bekerja bersama-sama.


Pada kesempatan yang bersejarah ini, saya atas nama pribadi atas nama wakil presiden Jusuf kalla untuk menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Bapak Wakil Presiden Boediono.


Hadirin, saya mengajak bahwa untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara yang kuat, kita harus berani menghadapi gelombang. Sebagai nahkoda, saya mengajak bangsa Indonesia untuk berlayar mengarungi samudera.


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment