Tuesday, May 5, 2015

DPR tak campuri rombak kabinet, Mensesneg bantah akan ada reshuffle

DPR tak campuri rombak kabinet, Mensesneg bantah akan ada reshuffle

LENSAINDONESIA.COM: Soal kabar bahwa pemerintahan Jokowi-JK akan melakukan perombakan (resuffle) kabinet, DPR RI tak mau ikut campur tangan. Ketua DPR RI Setya Novanto menegaskan masalah resuffle kabinet itu hak prerogratif Presiden Joko Widodo.

“Tentu, Presiden dalam masa enam bulan ini sudah mengetahui kerja kabinet. Presiden ini bisa secara cepat mengevaluasi segala perkembangan dari program-program presiden yang begitu padat,” kata Setya Novanto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (5/05/2015).

Baca juga: Presiden Jokowi diminta reshuffle menteri pembangkang dan Wapres Jusuf Kalla dipastikan batal hadiri Kongres PSSI di Surabaya

Program presiden yang cukup padat itu, dia buktikan dari kegiatan Presiden meresmikan adanya rencana pembangunan-pembangunan yang berkaitan dengan masalah pelabuhan-pelabuhan. Selain itu, Presiden juga menjabarkan semua program secara
jelas.

Disinilah, lanjut Setnov –sebutan akrab Setya Novanto– bahwa DPR melihat beberapa gambaran evaluasi. Presiden punya catatan hal-hal yang ada pada menteri kabinetnya secara teliti dan jeli dalam melakukan evaluasi.

“Saya harapkan ini adalah pilihan Beliau yang terbaik. Beliau sudah melakukan evaluasi-evaluasi,” jelasnya.

Seperti ramai diberitakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sebelumnya membenarkan kabar bahwa Istana ada agenda akan melakukan perombakan menteri. Cuma, Wapres tidak menyebutkan waktu. “Ya, tentu dalam waktu ke depan inilah,” kata JK di kantornya, Senin (4/5/15).

JK mengatakan, perombakan kabinet perlu karena untuk meningkatkan kinerja pemerintah. Pemerintahan perlu didukung orang-orang yang berkompeten di bidangnya.

Hanya selang sehari, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno untuk kali kesekian membantah kabar bahwa Presiden Jokowi akan me-reshuffle kabinet. Mensetneg mempertegas, tak pernah ada pembicaraan soal perombakan kabinet.

“Yang kami lakukan sehari-hari di bawah pimpinan Presiden dan Wapres adalah mengevaluasi pekerjaan-pekerjaan, melakukan percepatan, meningkatkan kinerja, dan menyukseskan program-program unggulan,” kata Pratikno di kompleks Istana Kepresidenan sebagaimana dilansir Tempo.co, Selasa (5/5/15).

Pemerintah selama ini, tegas Pratino, fokus melakukan implementasi program-program secara efektif, bukan mengganti menteri. “Presiden selalu berupaya menemukan terobosan atas tantangan yang kita hadapi. Setidaknya dengan saya, tidak ada pembicaraan tentang reshuffle.” @endang

alexa ComScore Quantcast
counter customisable
Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment