LENSAINDONESIA.COM: Kurang lebih enam ratusan tenaga Guru Agama Islam Kabupaten Kediri terpaksa gigit jari. Sudah 10 bulan ini, Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) belum menerima honor. Dan hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak pusat maupun Kementrian Agama Kabupaten Kediri.
Hal tersebut dibenarkan oleh pihak Kasi Pendidikan Agama Islama dari Kemenag Kabupaten Kediri, Sholekhan. “Memang benar bahwa TPP untuk Guru agama Islam belum terbayarkan selama 10 bulan, dan entah apa yang menjadi penyebab. Dan kejadian belum terbayarnya TPP tersebut dimulai tahun 2013 lalu,” katanya, Selasa (5/5/2015)
Baca juga: Tunjangan ribuan guru 2 tahun 'nyantol' di Kemenag Lamongan dan Partai Golkar tuding Pemda mainkan dana TPP demi bunga bank
Bahkan hingga kini pihak Kemenag Kabupaten Kediri mempunyai hutang Rp25 miliar untuk TPP, dengan total penerma 600 guru selama 10 bulan Jumlah itu sedianya dibayarkan pada para tenaga guru Pendidikan Agama Islam (PAI) baik tingkat SD/ SMP hingga SMA pada tahun 2014.
Pada awalnya tahun 2013 pihak Kemenag Kabupaten Kediri mengajukan anggaran pada pusat Rp32 miliar namun hanya cair Rp17 miliar. Otomatis hanya cukup untuk pembayaran 2 bulan saja.yang 10 bulan tak terbayarkan.
Masih dikatakan Sholekan, di tahun 2014 pihaknya kembali mengajukan Rp31 miliar dan cair semuanya. “Kemudian kita tutup hutang TPP yang tahun 2013 lalu, Pihak kemenag Kabupaten Kediri juga pernah mengajukan ke APBNP, namun tidak disetujui oleh pusat,” ujarnya.
Dengan nunggaknya TPP tersebut akhirnya pihak guru mengadukan kejadian tersebut ke pihak DPRD Kabupaten Kediri. Hal tersebut diungkapkan oleh Imam, salah satu pengajar yang mengadu ke dewan. “Harapan para guru yang mengadu ke dewan agar tunjangan tersebut segera cair,” pungkasnya. @ andikkartika
0 comments:
Post a Comment