Thursday, June 4, 2015

PWNU Jatim tetapkan awal Ramadhan 18 Juni

PWNU Jatim tetapkan awal Ramadhan 18 Juni

LENSAINDONESIA.COM: Umat Islam bakal segera memasuki bulan Ramadhan 1436 H/2015. Untuk memastikannya, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur telah menentukan waktu untuk awal Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2015.

Koordinator Rukyatul Hilal PWNU Jatim Sholeh Hayat mengatakan, prediksi penetapan awal Ramadhan berdasarkan kesamaan pada tiga metode yakni metode dalam Kitab Sulamun Nariyyin, Kitab Fathur Rouf fil Manan dan metode Lajnah Falaqiyah PBNU.

Baca juga: Warga Islam Aboge mulai puasa Ramadhan senin besok dan Awal puasa, 1 Ramadhan 1435 H jatuh pada hari Minggu 29 Juni 2014

“Kitab Sulamun Nariyyin menentukan ijtimak terjadi pada Selasa 16 Juni pukul 21.07 WIB, dan irtifak (ketinggian hilal atau rembulan usia muda sebagai pertanda awal bulan) pada -2,2 derajat atau belum wujud,” katanya Kamis (04/06/2015).

Sementara, Kitab Fathur Rouf fil Manan juga menentukan ijtimak terjadi pada Selasa 16 Juni pukul 21.00 WIB, dan irtifak pada -2 derajat (belum wujud), sehingga usia Syaban diistikmalkan 30 hari dan awal Ramadhan jatuh pada Kamis 18 Juni 2015.

Hal yang sama, masih kata Sholeh, juga terjadi pada hasil perhitungan Lajnah Falaqiyah PBNU yakni ijtimak terjadi pada Selasa 16 Juni pukul 21.07 WIB dan irtifak pada -2 derajat (belum wujud), sehingga 1 Ramadhan jatuh pada Kamis 18 Juni 2015.

Menurut pria yang juga Wakil Ketua PWNU Jatim ini, dari tiga metode itu menunjukkan tidak ada perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri pada tahun ini. Untuk awal puasa Ramadhan jatuh pada Kamis 18 Juni 2015 dan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Jumat 17 Juli 2015.

“Untuk Idul Fitri pun berpotensi sama karena ijtimak terjadi pada pukul 08.00 WIB, sehingga hilal berpotensi kelihatan dan awal Syawal akan terjadi pada tanggal yang sama yakni 17 Juli 2015,” tegas mantan Anggota DPRD Jatim ini.

Prediksi yang ditetapkan ini sama seperti perkiraan dari sejumlah kelompok umat Islam lainnya. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan metode rukyatul hilal (melihat hilal secara kasat mata).

Ditambahkan, walau barang (hilal) belum ada, tapi karena Hadits Nabi memerintahkan shumuu lil rukyati maka PWNU Jatim akan melakukan rukyat pada Selasa 16 Juni mendatang di 11 titik se-Jatim.@sarifa

alexa ComScore Quantcast
counter customisable
Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment