LENSAINDONESIA.COM: Renovasi bangunan cagar budaya Balai Pemuda Surabaya yang terbakar sejak tahun 2010 lalu hingga kini masih belum rampung alias mangkrak. Tak hanya itu, beberapa material yang memiliki nilai histori tinggi diduga hilang dan diganti yang tak asli.
“Coba ditanyakan material itu ke bagian perlengkapan. Karena tidak sedikit yang punya nilai mahal karena punya histori. Apalagi sampai saat ini, renovasi Balai Pemuda sudah empat tahun kok belum selesai, ada apa ini?,” ungkap Agus Sudarsono Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya.
Baca juga: PT KAI mangkir, dewan ancam bentuk pansus dan PD Pasar segera relokasi PKL ke Pasar Babakan Krembangan
Belakangan Agus Sudarsono juga mengaku telah mendapatkan laporan bahwa beberapa material yang terpasang mulai dari jenis kayu, engsel dan beberapa jenis material lain tidak seperti yang diharapkan alias tidak sesuai spesifikasi yang ditetapkan, karena kualitasnya sangat jauh dari aslinya.
“Ini bukan hanya kontraktornya yang kurang bagus, tapi pengawasan dari konsultan yang sangat lemah.Apalagi jika ternyata keduanya telah berkonsiliasi buruk, maka akibatnya akan fatal,” ungkap vokalis Komisi C DPRD Surabaya ini.
Diketahui, hingga saat ini renovasi gedung Balai Pemuda pasca kebakaran masih belum bisa difungsikan meski sudah beberapa kali berganti kontraktor. Beberapa permasalahan sempat muncul diantaranya hilangnya kuncup pada atap gedung yang merupakan salah satu item bersejarah yang tidak boleh dihilangkan.@iwan_christiono
0 comments:
Post a Comment