Saturday, February 22, 2014

Dino ingin kembalikan sikap apatis dan sinisme masyarakat

Dino ingin kembalikan sikap apatis dan sinisme masyarakat




LENSAINDONESIA.COM: Peserta konvensi Capres Partai Demokrat Dino Patti Djalal bersikap arif, meski keberadaannya sebagai peserta konvensi disorti ‘miring’ lawan-lawan politiknya di luar Partai Demokrat. Dino berpandangan, partai politik di Indonesia harus berani mereformasi mindset berpolitik.


Dino mempertegas, partai politik harus berani memberi ruang bagi orang-orang di luar partai yang punya prestasi, dedikasi, dan integritas untuk mengisi jabatan jabatan publik yang harus melalui mekanisme politik.‬


Baca juga: Dino Patti Djalal siap kawinkan Amerika Serikat dengan Indonesia dan Elit Golkar "serang" peserta Konvensi Capres Demokrat


‪Konvensi capres Partai Demokrat disebutkan Dino sebagai sebuah contoh bagaimana Partai Demokrat tengah mereformasi mindset partai untuk mencari pemimpin terbaik bangsa dengan mengundang tokoh-tokoh dari luar partai.‬


Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serika ini, menilai, saat ini terjadi penurunan kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi, Parpol, dan institusi negara. ‪Ketidakpercayaan tersebut muncul karena maraknya kasus kasus korupsi yang dilakukan oleh politisi dan pejabat negara.‬


‪”Dari 2004 hingga 2012, ada ribuan pejabat negara yang terlibat kasus korupsi. Setiap lapisan pejabat mulai dari gubernur, wali kota, bupati, hingga anggota dewan perwakilan rakyat terlibat korupsi,” papar mantan Dubes ini ‬dalam pesan tertulisnya kepada LICOM, Jakarta, Sabtu (22/02/2014).


‪Sebelumnya, Ketua Litbang Partai Golkar, Indra J Piliang secara teruang-terangan mengritisi peserta Konvensi Capres Partai Demokrat seolah sedang belajar politik. “Ada kebiasaan mereka, yang katakan mereka terkejut lihat ini itu. Mereka sedang alami shock masuk dunia politik,” kata Indra J Piliang, yang juga pengamat politik ini, Jakarta, Rabu (19/02/2014).


Indra juga menyoroti Dino Patti Djalal yang baru-baru ini ke Sinabung, dan berkunjung di pesantren, kemudian bilang lebih bagus dibandingkan di Amerika Serikat (AS). “Artinya, trade mark dia masih Amerika sentris. Apa pun yang dilihat di Indonesia akan otomatis berbicara di Amerika Serikat (AS). Kan jangan Amerika mulu,” kata Indra.


Dino dalam pernyataannya tidak menyingung, apalagi menanggapi komentar-komentar pedas elit Golkar Indra J piliang, yang juga pengamat politik itu.


Tapi, Dino mengigatkan apabila Parpol tidak berani mereformasi diri, maka sikap apatis dan sinisme masyarakat akan semakin meninggi. Dia berharap ini tidak boleh dibiarkan. Kepercayaan masyarakat harus dkembalikan. Sehingga, tidak menurunkan kualitas demokrasi Indonesia yang dipandang dunia semakin membaik.‬


‪”Sekarang, muncul fenomena lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas, dipercaya rakyat, dan mampu menjawab kepercayaan itu dengan prestasi. Seperti Ridwan Kamil Walikota Bandung, Tri Rismaharini Walikota Surabaya, dan lain-lain,” ungkapnya.‬ Mereka bukan dari kalangan politik praktis.


‪Menurut Dino lagi, demokrasi Indonesia yang sudah berjalan, tidak mungkin berbalik arah lagi. Dia berharap orang-orang yang ingin masuk dunia politik (Papol) mendasarkan pada nilai idealisme, bukan hasrat memperkaya diri dan mendapat berbagai fasilitas (Bro!).


Seperti diketahui, dalam konvensi Capres Partai Demokrat beberapa peserta merupakan tokoh di luar Partai Demokrat, seperti Dini Patti Djalal yang mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Ketua DPD Irman Gusman, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Wakil Ketua BPK Ali Masykur Musa, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, dan mantan Kasad Pramono Edhie Wbowo, serta mantan Panglima TNI Endriartono Sutarto. ‬@endang


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment