LENSAINDONESIA.COM: Proyek pembangunan gorong-gorong dengan sistem jacking di Jl Bondowoso hingga Jl Tidar, Kota Malang molor lagi.
Seharusnya, proyek bernilai Rp 39 miliar itu sudah selesai akhir Desember 2013 lalu. Namun, kontraktor minta diperpanjang tiga bulan dengan alasan cuaca. Meski sudah diperpanjang tiga bulan, sampai kini belum klar.
Baca juga: Proyek gorong-gorong molor, Dinas PU Kota Malang toleransi 50 hari dan Pemkot Malang pasang ATCS dengan CCTV senilai 4,5 miliar rupiah
Pemkot Malang lewat Dinas Pekerjaan Umun (PU) memenuhi permintaan tersebut. Dinas PU memberikan dispensasi dengan syarat Maret sudah selesai.
Iroonisnya, hingga Rabu (2/4/2014) proyek puluhan miliar tersebut belum tuntas. Warga pun mulai mengeluhkan dampak proyek yang tidak klar-klar itu. Sebab, setiap hari selalu macet karena materialan bangunan tersebut.
Selain itu, kotoran yang ditimbulkan akibat proyek tersebut dinilai sangat mengganggu. Sebab, sejumlah pekerja masih terlihat sibuk memasang besi untuk membersihkan longsoran tanah yang ada di dalam gorong-gorong tersebut. Aplagi lubang untuk pengerjaan jacking masih belum ditutup.
Salah satu pekerja lapangan dari PT Citra Gading Asri Tama (CGA), yang mengerjakan proyek itu mengatakan, pengerjaan proyek ini tinggal sedikit. Yakni, pembersihan dan pengecoran untuk menutup jalan.
Praktis, penyempurnaan hingga tuntas, diprediksi masih membutuhkan waktu sekitar satu bulan lebih atau bisa jadi hingga 40 hari.
“Pengerjaan proyek ini agak lama karena disebabkan konstur tanahnya mudah longsor. Seperti saat ini, habis kena hujan kemarin, sebagai tanahnya longsor lagi. Karena itu, tanah yang longsor perlu dibersihkan dulu sebelum ditutup,” ujar salah satu pekerja.
Karena itu, pengerjaan proyek sistem jacking ini molor lagi. Sehingga, rekanan harus membayar denda sesuai aturan.@aji_dewa_roisky
0 comments:
Post a Comment