LENSAINDONESIA.COM: Tim Komunikasi Sosial Subkorwil Halbar (Halmahera Barat) dan Ternate bersama masyarakat Kahatula memperbaiki Masjid dengan ukuran 12 meter X 15 meter, di desa Kahatula, Pulau Kahatula, Kecamatan Loloda Selatan, Halmahera Barat, beberapa waktu lalu.
Menurut Wadansubkorwil Halbar dan Ternate Mayor Inf Sapto yang sehari-hari menjabat sebagai Pabanda Minintel Sintel Kopassus menjelaskan bahwa pada 9 April 2014 ketika Tim jelajah 2 dalam perjalanan ke Pulau Kahatula, ketika melintasi kampung tersebut melihat Masjid yang terbuat kayu yang mana permintaan masyarakatat perlu diperbaiki.
Baca juga: Danjen: Tuntutan tugas dan kesejahteraan prajurit sudah seimbang dan Grup-1 Kopassus gelar bakti sosial di Serang
“Masjid yang dibangun oleh masyarakat pada tahun 2002 (setelah kerusuhan tahun 1999) atas swadaya masyarakat dengan material seadanya dari papan kayu dan atap dari seng,” kata Wadansubkorwil Halbar dan Ternate.
Menurut Wadansubkorwil, pihaknya selalu mengadakan musyawarah bersama masyarakat Kahatula dan menawarkan bantuan kepada masyarakat.
“Apabila masyarakat ikhlas mau membantu mengerjakan, kami akan siap bantu belikan bahan materialnya, sontak masyarakat dengandisambut setuju. Kemudian kami langsung mengajak Kepala Desa Bapak Adam (38 tahun) untuk berbelanja material di kota Ternate dengan transportasi Kapal kayu dengan menempuh 8 jam perjalanan. Bahan material yang dibeli di ternate antara lain triplek 80 lembar, semen 100 sak, Batako 4000 batang, besi 100 batang, keramik,paku, kawat, 8 cat minyak warna hijau isi 5 liter, 4 kaleng cat tembok isi 25 kg. Saat ini pembangunan masjid pengerjaannya sekitar 40 persen, dikerjakan oleh masyarakat dibantu tim komsos ekspedisi NKRI 2014 dan diperkirakan selesai akhir bulan April. Rencana Ekspedisi NKRI Koridor Maluku dan Maluku Utara 2014 akan berakhir pada bulan Juni 2014,” ujarnya.
Wadansubkorwil juga tidak lupa, mengucapkan terima kasih kepada para donatur antara lain teman-teman dari para dokter pengajar PPDS bedah Fakultas Kedokteran Undip Semarang, teman-teman dokter di RS Moewardi Solo, Sandy dari Jakarta, yang telah membantu pembangunan masjid tersebut.
“Kami mewakili masyarakat Desa Kahatula menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim Ekspedisi yang telah membantu pembangunan masjid Kahatula, Sehingga dengan diperbaikinya masjid ini maka, masyarakat akan semangat untuk beribadah dan kami mendoakan semoga amal ibadah tim ekspedisi NKRI dan para donatur di terima sebagai amal jariyah,” kata kepala desa Kahatula Adam.
Menurut Adam, Pulau Kahatula merupakan salah satu wilayah penjelajahan, penelitian dan Komsos Tim Ekspedisi NKRI Koridor Maluku dan Maluku Utara 2014 Subkorwil Halbar dan Ternate.Desa Kahatula dihuni 400 warga terdiri 100 KK. Ekonomi masyarakat rata-rata dibilang hanya dapat mmemenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Atap dan dinding rumah berasal dari rumbia.dengan mata pencaharian masyarakat rata-rata nelayan dan berkebun.
“Untuk mencapai Desa Kahatula dari Ternate alternatif pertama dengan menggunakan kapal kayu selama 7–8 jam. Alternatif kedua dari pelabuhan Ternate menuju pelabuhan jailolo dengan speed boat selama 2 jam.lalu lewat jalan darat menuju kecamatan Ibu 3 jam lanjut naik speet boat lagi menuju pelabuhan Loloda selama 2 jam Dari Pelabuhan Loloda menuju Kahatula naik ketinting selama 30 menit. @winarko
0 comments:
Post a Comment