LENSAINDONESIA.COM: Sutrisno Bahtiar(22) warga Dusun Barat Jalan Desa Temteman Timur, Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Rabu (7/5/2014) sekitar pukul 04.15 WIB, tewas dengan kondisi kepala pecah usai terjatuh dari lantai VI Tunjungan Plasa Jl Basuki Rahmat Surabaya
Dugaan sementara, sebelum terjatuh korban terlebih dahulu dugem di Diskotek Station di lantai VI Gedung Tunjungan Plasa tersebut. Sampai saat ini polisi masih menyelidiki penyebab jatuhnya korban. Apakah pemuda itu jatuh karena kondisi teler Narkoba atau merupakan korban kejahatan, masih dalam penyelidikan.
Baca juga: Suami tewas OD, istri mengaku beli ineks dalam Diskotek Station dan Diskotek Station minta tumbal, pengunjung tewas over dosis
Salah satu saksi mata, Hanafi, yang juga Security Telkom, mengaku dirinya merasa kaget saat mendengar suara benda jatuh tepat dekat motornya. Namun dirinya tidak tahu pasti penyebab terjatuhnya korban. “Sebelumnya saya sedang mengelap motor, namun karena handphone yang ada di pos ada tanda dering masuk, lantas saya menjawab panggilan. Selang beberapa saat kemudian ada suara jatuh dekat motor. Ketika saya keluar untuk melihat, ternyata sudah ada tubuh tergeletak dan kepalanya bersimbah darah,” terangnya.
Kejadian ini lantas dilaporkan ke Polsek Tegalsari dan dilanjutkan ke Tim Identifikasi Polrestabes Surabaya. Petugas yang datang ke lokasi langsung mengamankan dua buah handphone dan identitas korban berupa SIM A dari dalam dompet. Untuk kepentingan penyelidikan, jasad korban sudah dibawa ke kamar mayat RSU drs Soetomo untuk diotopsi.
Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, AKP Ricky Firmansyah mendampingi Kapolsek Tegalsari Kompol Arief Mukti menjelaskan, pihaknya sedang memeriksa dua saksi yaitu, sopir taxi yang mengaku melihat korban keluar dari Diskotek Station dalam keadaan sempoyongan dan security Gedung Telkom yang letaknya memang bersebelahan dengan Gedung Plasa Tunjungan.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan dua saksi. Hasil keterangan dari sopir taxi mengatakan bahwa korban sebelum terjatuh keluar dari diskotek Station dalam keadaan sempoyongan. Namun sopir taksi itu tidak mengetahui secara jelas karena saat itu sedang keluar dari parkir,” terang AKP Ricky Firmansyah.
Untuk memastikan penyebab terjatuhnya korban, saat ini Polsek Tegalsari sedang memeriksa CCTV yang ada di pintu masuk memastikan apakah korban datang sendiri atau bersama temannya.
Sementara itu, salah satu kuasa hukum Diskotek Station, Winata SH, membantah jika korban yang tewas terjatuh itu adalah pengunjung Diskotek Station. Menurutnya, manajemen sangat kooperatif membantu polisi mengungkap masalah ini dengan menyerahkan semua bukti rekaman CCTV yang ada. “Dari rekaman CCTV tak terlihat korban pernah masuk atau keluar dari lokasi Diskotek Station,” tandasnya.
Saat ditanya tentang posisi jatuhnya korban dari lantai VI, Winata SH menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya penyelidikan pada polisi. Namun dirinya juga mengungkapkan bahwa sangat kecil kemungkinan korban jatuh dari lantai VI Tunjungan Plasa yang satu lokasi dengan Diskotek Station. “Jika dilihat posisi jatuhnya, maka korban harus melompat sejauh mungkin, ya sekitar 10 meter. LOgikanya kalau mabuk atau teler mana mungkin bisa melompat sejauh itu. Karena itu kami yakin dia bukan pengunjung Diskotek Station,” pungkasnya. @rofik
0 comments:
Post a Comment