Monday, May 5, 2014

Ingin depak Hary Tanoe, Ketua DPP Hanura dikecam para politisi Senayan

Ingin depak Hary Tanoe, Ketua DPP Hanura dikecam para politisi Senayan




LENSAINDONESIA.COM: Bola panas yang dilemparkan Ketua DPP Partai Hanura, Yuddy Chrisnandi terkait isu pelengseran Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Hanura, Hary Tanoesoedibjo dari partai besutan Wiranto ini membuat sejumlah politisi Hanura di Senayan merasa geram.


Mereka menuding tuduhan Yuddy yang membebankan semua kesalahan kepada Hary Tanoe terkait perolehan suara Hanura pada Pileg 9 Apri lalu dinilai sangat tidak berdasar.


Baca juga: Wasekjen Hanura anggap abal-abal, diminta mundur karena serang HT dan Hanura raup lima persen, karena Hary Tanoe tidak konsisten


Ketua Fraksi Hanura DPR, Sarifuddin Sudding sangat antipasi merespon sikap dan tingkah polah Yuddy Chrisnandi. Bahkan, Sudding menuding balik Yuddy telah memberikan pernyataan yang menyesatkan.


“Sebagai kader, kita introspeksi, kita sudah berkontribusi apa? Berbuat apa untuk partai, tidak lantas menyalahkan Bapilu,” ujarnya kepada LICOM di Jakarta, Selasa (6/5/14).


Sudding secara tegas mengatakan, selama ini peran Yuddy tidak memberikan pengaruh dan kontribusi terhadap Hanura. Artinya, ada dan tidaknya Yuddy tidak memberikan pengaruh apa-apa ke partai. Yuddy, tambah Sudding, tidak banyak berkiprah apa-apa untuk Hanura.


Lebih lanjut, Sudding menjelaskan, bahwa Bappilu saat dipimpin Yuddy perolehan suara Hanura dalam beberapa hasil survei sangat memprihatinkan yang hanya mencapai 0,5- 1 persen.


“Bahkan sempat diperkirakan tidak lolos parliamentary threshold, sehingga para kader berancang-ancang pindah partai politik. Setelah HT masuk, semua diambil alih termasuk pembiayaan kegiatan dan Hanura dapat suara 5 sekian persen,” jelas politisi asal Sulawesi Tengah ini.


Dengan sikap Yuddy yang terkesan sengaja memunculkan konflik diinternal Hanura inilah Sudding, kemudian menilai bahwa sikap semacam ini sebenarnya juga sudah ada saat Yuddy masih berada dalam kepengurusan Partai Golkar.


“Saya khawatir, apakah saat di partai sebelumnya dia juga seperti itu?” sindirnya.


Sudding mengingatkan, motivasi setiap individu yang masuk partai politik itu adalah karena kesadaran ingin berkontribusi dan ingin mengabdi. “Jangan karena merasa terganggu kenyamanannya, teriak ke sana-sini. Itu kritikan yang tidak membangun,” tegas Sudding.


Seperti diketahui, sebelum masuk Partai Hanura, Yuddy Chrisnansi merupakan kader elit Partai Golkar. Di Golkar Yuddy juga pernah berkonflik hanya gara-gara perubahan nomor urutnya yang saat itu menjadi calon legislatif, namun mundur karena nomor urutnya berubah. Selain itu, Yuddy juga tercatat sebagai kandidat calon ketua umum golkar bersaing dengan Abrizal Bakrie dan Surya Paloh.


Namun, ambisinya gagal menjadi Ketua Umum Golkar dan Presiden periode 2009-2014, karena tak mendapat dukungan yang memadai dari kader partai beringin tersebut. @firdausi


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment