LENSAINDONESIA.COM: Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku kagat saat diberitahu telah terjadi bailout kepada Bank Century pada 25 November 2008. Sebab, mestinya Bank Century tidak perlu diberi penambahan modal sementara atau bailout. Itu karena pada 2008 pemerintah tidak memberikan jaminan penggantian penuh (blanket guarantee) terhadap sebuah bank yang bermasalah.
Kalla mengatakan, dia baru diberitahu telah terjadi bailout kepada Bank Century empat hari kemudian setelah penetapan bailout. Dia mengaku saat itu tidak tahu persis alasan pemberian bailout.
Baca juga: Jusuf Kalla: Terjadi kriminalisasi terhadap Bank Century dan Kalla sebut Century bank kecil
“Saya bingung, kok tiba-tiba terjadi bailout? Padahal pemerintah enggak pernah memutuskan blanket guarantee dalam bentuk bailout. Waktu itu hanya penjaminan terbatas saja dan syaratnya cukup keras,” kata JK saat bersaksi dalam sidang Budi Mulya, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (8/5).
JK mengatakan, pemerintah belajar tidak memberikan blanket guarantee berkaca dari krisis pada 1998. Sebab, lanjut dia, saat itu pemerintah mesti mengucurkan Rp 600 triliun melalui Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, yang ternyata justru dicuri oleh para pemilik bank.
“Akibatnya, 15 tahun setelah itu, pemerintah mesti mencicil Rp 100 triliun buat membayar bunga BLBI itu,” ujar JK.
Menurut JK, saat Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia, Boediono, melaporkan bailout kepada dia, tetap saja tidak dipaparkan secara rinci. Tetapi menurut dia, alasan mendasarnya adalah supaya menghindarkan Indonesia dari imbas krisis ekonomi di Amerika Serikat.@ridwan_LICOM/mc
0 comments:
Post a Comment