LENSAINDONESIA.COM: Sekelompok massa ustad yang tergabung dalam Majelis Taklim Jamiyah Tajul Muslimin, mengelar aksi demo di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Selasa (6/5/2014). Kelompok massa yang juga terdiro dari ustad ini mendesak aparat bertindak adil dalam penanganan hukum kasus sengketa tanah di Tambak Sawah Sidoarjo.
Empat peleton personel Sabhara Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya disiagakan di depan pagar untuk mencegah terjadinya kerusuhan. Pasalnya, massa memaksa masuk dengan cara menggoyang pintu akses menuju halaman dalam gedung Kejati Jatim. Bahkan sebagian massa peserta demo sudah menaiki pagar dan berancang-ancang masuk dengan cara melompati pagar.
Baca juga: Penanganan kredit fiktif BPR Jatim Rp 5,8 miliar 'mogok' dan Kejati Jawa timur belum selesai teliti berkas Bambang DH
Melihat tanda-tanda ricuh, puluhan polisi yang disiagakan di depan pagar langsung menyiapkan barikade melakukan penghadangan. Untuk mencegah tindak anarkhis, akhirnya para pendemo diijinkan masuk ke halaman gedung dan berorasi dalam pengawasan ketat petugas kepolisian.
Dalam tuntutannya, Ustaz Malik, menyampaikan kedatangannya mendesak aparat penegak hukum berbuat adil dalam kasus sengketa lahan di Tambak Sawah, Sidoarjo. “Pejabat dan aparat yang membela rakyat kami dukung. Pejabat dan aparat yang membela cukong-cukong demi uang, pasti akan kami lawan,” teriak Malik disambut pekik takbir peserta demo.
Setengah jam berorasi, perwakilan massa kemudian dipersilakan masuk menemui pejabat Kejati di ruang intelijen. Massa ditemui oleh Asisten Intelijen Andi Herman untuk menyampaikan aspirasinya.@ian
0 comments:
Post a Comment