Tuesday, May 6, 2014

Omzet Rp 6 Miliar, PD Jasa Yasa hanya sumbang PAD Rp 200 juta

Omzet Rp 6 Miliar, PD Jasa Yasa hanya sumbang PAD Rp 200 juta




LENSAINDONESIA.COM: Perusahaan Daerah (PD) Jasa Yasa yang mengelola tujuh jenis usaha wisata di wilayah Kabupaten Malang memiliki omzet cukup besar, Rp 6 miliar per tahun. Ironisnya, kontribusinya terhadap PAD Kabupaten Malang hanya Rp 200 juta.


Meski begitu, Bupati Malang Rendra Kresna tidak mempersoalkan masalah kontribusi PD Jasa Yasa yang kecil itu. Sebab dia tidak menargetkan kenaikan kontribusi PD Jasa Yasa lebih tinggi lagi. Alasannya, wisata yang dikelola bukan merupakan padat modal atau padat teknologi. “Tapi, pada karya,” kata Rendra Kresna, usai melaunching PD Jasa Yasa Tour & Travel, Selasa (06/05/2014).


Baca juga: Rusunawa Rp25 M diresmikan tanpa pagar, Walikota Malang pencitraan dan Busyet, biaya pindah kantor Pemkab Malang Rp 96 miliar


Menurut dia, pengelolaan obyek wisata yang padat karya itu membutuhkan biaya operasional tinggi. Makanya, tandas dia, yang ditekankan pada PD Jasa Yasa bukan masalah kontribusi terhadap PAD. Namun, bagaimana mengelola tujuh jenis usaha yang dikelola itu lebih baik lagi. Sehingga, kontribusi yang diberikan lebih meningkat lagi.


Dia menjelaskan bahwa dengan padat karya itu keuntungan yang diperoleh Pemkab Malang bisa mengentas dan meminimalisir jumlah pengangguran. “Jadi, meski omzet besar tapi kontribusinya ke PAD kecil tidak masalah. Yang penting manajemennya benar dan baik,” katanya.


Untuk itu, dia berharap manajemen dan pengelolaannya berjalan dengan baik. Pelayanan yang diberikan juga memuaskan pada wisatawan yang berkunjung. Dengan begitu, kata dia, pendapatan yang bisa diraih akan semakin meningkat.


Sementara itu, Direktur PD Jasa Yasa, Choirul Anam juga mengakui bila omzet tujuh obyek wisata yang dikelola sebesar Rp 6 miliar per tahun. Dia pun tidak mengelak jika kontribusinya untuk PAD hanya sebesar Rp 200 juta.


“Ya, itu karena biaya operasionalnya sangat tinggi. Biaya operasional itu tidak hanya untuk sumber daya manusia (SDM) yang cukup banyak. Tetapi, biaya perawatan dan head office yang harus ditanggung juga cukup besar,” jelasnya.


Dia menjelaskan bahwa mengelola tujuh obyek wisata itu tidak mudah. Sebab, selain perawatan yang harus mendapat perhatian serius, pembenahan dan penambahan fasilitas juga perlu mendapatkan atensi yang tinggi.


Alasannya, jika obyek wisata itu hanya dikeloa dengan apa adanya, tanpa ada penambahan fasilitas maka kunjungan wiasata akan cenderung menurun. Sebab, pengunjung akan selalu ingin kembali bila suasana di obyek wisata yang dikunjungi ada perubahan atau pembaruan.


Untuk itu, kata dia, PD Jasa Yasa terus melakukan perencanaan dalam membenahi dan menambah fasilitas yang dikelolanya. Di antara obyek wisata yang dikelola itu adalah Pemandian Sumber Waras Lawang, Pemandian Dewi Sri Pujon, Pemandian Metro Kepanjen, Balikambang, Sendang Biru dan lain sebagainya.


“Dalam waktu dekat ini kami juga akan melakukan pembenahan dan penambahan fasilitas untuk Pemandian Sumber Waras Lawang. Anggaran yang kami usulkan sebesar Rp 1,5 miliar. Seoga dalam tahun ini sudah bisa dimulai pembenahan dan pembangunannya,” pungkasnya.@aji_dewa_roisky


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment