LENSAINDONESIA.COM: Serangan terhadap Capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang selalu dikaitkan isu pelanggaran HAM orang hilang pada saat reformasi 1998, semakin serius. Bahkan, seperti terus dihembuskan untuk menjegal Prabowo menuju RI 1.
Hal itu juga terjadi saat diskusi terbuka di Warung daun Cikini, Jakarta, Selasa (6/5/14). Ketua Badan Advokasi Hukum Partai NasDem, Taufik Basari menyoroti keras soal itu. Akibatnya, mantan staf Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) Kivlan Zen –mantan anak buah Prabowo di kesatuan Kostrad– yang hadir dalam diskusi itu menanggapi dengan berang.
Baca juga: Survei Capres: ARB tertinggal, Prabowo terus kejar Jokowi dan Pohan: Didukung full SBY, Prabowo pasti menang!
Ketegangan pun terjadi. Taufik yang duduk persis di sebalah Kivlan Zen berkali-kali menantang Kivlan untuk mendatangi ke Komnas HAM, guna melaporkan kembali orang-orang yang hilang saat peristiwa kerusuhan 1997/1998.
Merasa dipojokkan, kesabaran Kivlan Zen pun pupus. Dia dengan nada tinggi, menyatakan bahwa apa yang dimaksudkan Taufik itu tanggungjawab seorang Presiden SBY. Lantas, Kivlan merebut mik yang dipegang Taufik. Kivlan berteriak, minta Taufik seharusnya menyampaikan kepada Presiden SBY.
“Kamu bicara masalah Presiden, bukan pada saya. Kamu jangan begitu. Kamu bicara visi misi Presiden, bukan Kivlan. Kamu jangan menembak,” ujar Kivlan dengan geram.
“Tidak tepat you bicara tentang ini. Bicara visi misi Presiden,” sambung Kivlan.
Tak mau kalah, Taufik yang juga mulai tersulut emosi, mengatakan bahwa isu pelanggaran HAM memang peristiwa yang sangat prinsip. Publik harus dapat pengetahuan.
“Ketika saya menilai capres, buatlah penilaian rekam jejak,” timpal taufik. @firdausi
0 comments:
Post a Comment