LENSAINDONESIA.COM: Keinginan Persebaya memakai Stadion Gelora Sepuluh Nopember Surabaya, sepertinya masih belum jelas. Pernyataan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, dinilai abu-abu dan tidak tegas.
Saat di GOR Sudirman Surabaya, Risma terbata-bata menjawab pertanyaan yang dilontarkan awak media.
Baca juga: Persebaya gulung Pereru Serui 0-4, RD kurang puas dan Persebaya takluk dari markas Persipura
“Nanti kita lihat, itu kan (Gelora 10 Nopember) milik masyarakat,” ucap Risma gugup, Minggu sore (4/5/14).
Wartawan pun semakin meyakini kabar menyebut-nybeut ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menekan Risma soal Gelora 10 Nopember, Tambaksari, agar tidak mengijinkan dipakai, khususnya untuk even sepakbola.
“Yang pasti, pihak kami masih melihat terlebih dahulu, nanti ada yang protes terus bagaimana,” imbuh Risma.
Risma juga menambahkan, Pemerintah Kota bakal meneliti kembali kondisi Gelora 10 Nopember.
“Takutnya nanti jika dipakai full, yang lainnya tidak berkesempatan memakai,” paparnya.
Sebelumnya, pihak Green Force –sebutan Persebaya Surabaya– cukup kecewa dengan ketidaktegasan Risma soal pemakaian Stadion Gelora 10 Nopermber yang merupakan lapangan bola bersejarah bagi pengembangan Persebaya yang merupakan kesebalasan kebanggaan warga Surabaya.
“Gelora 10 Nopember dan Persebaya kan milik masyarakat Surabaya. Aneh jika Persebaya tidak diperbolehkan menggelar pertandingan disana,” kata Asisten Manajer Persebaya, Amran Said Ali, beberapa saat yang lalu.
Beberapa kesempatan, Risma juga berkeinginan akan banyak lahir pemain-pemain andal seperti Evan Dimas di Surabaya. Larangan penggunaan stadion itu juga bertentangan dengan Gede Widiade, Ketua Umum Asosiasi PSSI Surabaya.
“Mana bisa akan bermunculan Evan Dimas lainnya. Persebaya dan tim-tim liga internal Asosiasi PSSI Surabaya tidak diperkenankan Pemkot memakai Gelora 10 Nopember. Evan kan lahir dari klub yang berlaga di liga internal kami,” pungkas Gede “nggondok”. @angga_perkasa
0 comments:
Post a Comment