Sunday, May 4, 2014

Survei Capres: ARB tertinggal, Prabowo terus kejar Jokowi

Survei Capres: ARB tertinggal, Prabowo terus kejar Jokowi




LENSAINDONESIA.COM: Peneliti Senior Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirajuddin Abbas mengatakan, apabila koalisi nanti dibangun hanya berdasarkan tiga poros, PDIP, Golkar dan Gerindra, maka kandidat yang bersaing kompetitif hanya Prabowo dan Jokowi. Sebab, perolehan suara Capres Golkar Aburizal Bakrie tidak pernah di atas perolehan suara partai 15 persen.


Abbas menjelaskan, pada Maret 2013, elektabilitas Jokowi naik dari 41 persen, dan mencapai 51 persen di bulan Desember. Namun merosot tajam di bulan Februari jadi 39 persen, kemudian naik lagi di bulan Maret menjadi 52 persen. Lantas, turun jadi 47 persen di April 2014.


Baca juga: Jokowi diminta Syafi'i Ma'arif, jadi presiden bentuk zaken kabinet dan Pohan: Didukung full SBY, Prabowo pasti menang!


“Kenaikan Jokowi lebih rendah ketimbang Prabowo. Kalau dilanjutkan bisa naik terus dan bertemu mungkin di bulan Juli,” ungkap Abbas saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Minggu (4/5/2014).


Sedangkan Prabowo, lanjut Abbas, bulan Juni 2013 tingkat elektabilitas hanya 20 persen, namun bulan April 2014 mencapai 32 persen. Sementara Ical, stagnan dikisaran 14 sampai 9 persen.


“Dalam lima bulan terakhir, dalam simulasi tiga calon, Prabowo cenderung menguat, Jokowi fluktuatif dan cenderung stagnan atau sedikit melemah,” tegas dia.


Apabila SMRC melakukan riset hanya dengan dua nama calon yakni Prabowo dan Jokowi, jarak elektabilitas keduanya hanya 16 persen di bulan April 2014.


Dia melanjutkan, pada Desember, Jokowi 62 persen, Maret turun menjadi 56 persen dan April diposisi 52 persen. Untuk Prabowo, di bulan Desember hanya 23 persen, Maret 27 persen dan di bulan April meningkat menjadi 36 persen.


“Jokowi belum aman kalau melihat tren sepanjang 2014. Jokowi cenderung turun, Prabowo cenderung naik,” tandasnya. @kiki_nasution


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment