Sunday, May 4, 2014

Talang berlapis kuningan ‘jejak’ Kepulauan Sulsel wilayah Majapahit

Talang berlapis kuningan ‘jejak’ Kepulauan Sulsel wilayah Majapahit




LENSAINDONESIA.COM: Legenda keberadaan kerajaan-kerajaan kecil di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, ternyata bukanlah sekedar isapan jempol.


Terbukti, masih sangat banyak ditemukan benda-benda peninggalan cagar budaya masa lampau yang oleh masyarakat lokal diyakini sebagai bagian yang tak terpisahkan dari fakta sejarah kedikjayaan kerajaan-kerajaan kecil di daratan Bumi Tanadoang.


Baca juga: Wakapolda Sulsel pulang kampung di Kepulauan Selayar dan Pengeboman ikan di Kepualauan selayar tetap marak


Dari beberapa literatur dan catatan sejarah yang ada, benda-benda peninggalan berupa pernak-pernik perlengkapan kerajaan berbahan dasar kuningan di Kabupaten Kepulauan Selayar menyimbolkan status dan derajat keturunan pemilik barang pusaka bersangkutan.


Pemilik barang-barang pusaka sejening talang (baki kuningan) dan perlengkapannya, bahkan banyak disebut-sebut sebagai anak atau keturunan garis kerajaan-kerajaan kecil di Kabupaten Kepulauan Selayar yang diperkirakan mulai tumbuh dan berkembang pada kisaran Abad ke 13 atau yang lebih tepat, pada masa pemerintahan Majapahit, sebagaimana ungkapan catatan sejarah buku Kartagama Pupuh XIV.


Kitab Kartagama karya Mpu Prapanca, secara jelas menyebutkan, nama Selayar sebagai sebuah bagian tak terpisahkan dari wilayah kekuasaan Majapahit, kemudian disusul penyebutan status kedudukan Selayar pada Abad ke 17, yang masih berada dibawah kekuasaan kerajaan Gowa.


Benda-benda peninggalan berbahan dasar kuningan di Kabupaten Kepulauan Selayar, konon, hanya dapat dijumpai di rumah kediaman seorang “OPU”, sebutan bagi mantan penguasa wilayah di zaman kolonial Belanda.


Keberadaan benda peninggalan berupa pernak-pernik perlengkapan kerajaan berbahan dasar kuningan di rumah kediaman Muh Yusuf Djongke di ruas Jl. Kenari No. 18 Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, misalnya. Ini menjadi salah satu bukti nyata betapa daerah di semenanjung Provinsi Sulsel itu memiliki keanekaragaman khasanah budaya dan sejarah terpendam.


Bahkan, sangat menarik dijadikan bahan penelitian untuk mengungkap asal-muasal dan sejarah keberadaan Kerajaan-kerajaan kecil di Kabupaten Kepulauan Selayar.


Lebih jauh, status keberadaan benda-benda bersejarah di Kabupaten Kepulauan Selayar, hadir menyempurnakan posisi daerah berjuluk Bumi Tanadoang tersebut sebagai daerah tujuan wisata terpadu bagi wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. juga bagi para peneliti sejarah dari seluruh belahan dunia. @fadly syarif


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment