Monday, May 5, 2014

Separuh lebih anggota DPRD Jabar “gigit jari”, ditolak rakyat

Separuh lebih anggota DPRD Jabar “gigit jari”, ditolak rakyat




LENSAINDONESIA.COM: Para wakil rakyat di DPRD Jawa Barat periode 2009-2014, akhirnya banyak yang tidak dipilih lagi alias “ditolak” masyarakat pada Pileg 9 April lalu. Bahkan, dipastikan 70 persen yang terpilih bertugas di DPRD periode 2014-2019 mendatang adalah wajah-wajah baru.


Dengan begitu, masyarakat seperti membuktikan bahwa jabatan menjadi anggota legislatif di DPRD tetap ditentukan rakyat sebagai pemilih. Kendati pun masih ada kecurigaan di antara yang lolos karena kecurangan. Namun setidaknya jadi pelajaran bagi wajah baru agar nantinya dalam menjalankan kepercayaan rakyat tidak semau gue.


Baca juga: DPRD Jabar dukung imbauan KPK: Pejabat publik hidup sederhana dan Politisi PDIP Jabar Hadi Sutrisno lolos Pileg, meninggal dunia


Parah calon legislatif (Caleg) wajah baru yang lolos itu diketahui berdasarkan hasil perhitungan KPU Jabar. Total jumlah anggota DPRD sebanyak 100 orang. Karenanya, wajah lama yang masih dipercaya cuma 30 orang. Sisanya, sebanyak 70 orang selain tidak dipilih lagi, ada yang mencalonkan ke DPR RI dan turun drajat jadi wakil rakyat di tingkat kabupaten.


Anggota Komisi A DPRD Jabar Drs.H. Deden Darmansyah mengakui, sebenarnya ada sebanyak 61 orang anggota DPRD Jabar periode 2009-2014 yang ikut maju jadi Caleg pada Pemilu lalu. Lainnya, 20 orang mencoba maju Caleg DPR RI di Senayan. Tapi, hanya 30 orang tadi yang masih dipercaya. Sedang yang dipilih warga ke DPR RI hanya 3 orang.


Deden membantah kecilnya jumlah anggota yang kembali terpilih itu dianggap kinerja kurang baik. “Rekan-rekan anggota dewan sudah bekerja maksimal dan optimal termasuk juga saat mencelag. Walaupun hasilnya kurang memuaskan,” kata Deden saat ditemui LICOM di ruang Komisi A DPRD Jabar, Senin (5/5/14).


Pemilu Legislatif lalu, diakuinya, penuh persoalan. Di antaranya, ketidakakuratan DPT (Daftar Pemilih tetap), selisih pemilih tambahan yang mencapai 318ribu suara dari DPT. “Juga adanya permainan oknum penyelenggara pemilu (KPU, PPK, PPS), Bawaslu tidak menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal. Sehingga, banyak pelanggaran yang ditemukan ditidak ditindaklanjuti.”


Lebih lanjut, Deden mengatakan, sampai saat ini hasil perhitungan rakapitulasi perolehan suara Pileg 2014 oleh KPU Jabar ditolak KPU Pusat, dan diminta untuk dilakukan pencermatan atas data pemilih. Bahkan, Bawaslu RI juga merekomendasikan untuk dilakukan perhitungan ulang. “Hal ini menandakan, Pileg di Jabar memang ada persoalan,” tegas Deden.


Sementara itu, Sekretaris Komisi E DPRD Jabar, Yod Mintaraga mengatakan, persoalan yang ditemukan dalam pemilu 2014 cukup banyak. Mulai dari permainan oknum penyelenggara, kecurangan caleg sampai pada cukup banyaknya oknum PNS yang menjadi tim sukses.


Yod setuju, dilakukan perhitungan ulang, tapi persoalannya apa memungkinkan. Mengingat, batas waktu penetapan 9 Mei tinggal beberapa hari lagi.


Dugaan penggelembungan suara atau suaranya dicurangi, dirinya menyarankan kalau memang ada bukti, silakan mengajukan keberatan ke KPU dan Bawaslu. Kecurangan antar partai rasanya sulit terjadi, tapi kalau antar sesama caleg dalam partai yang sama bisa saja terjadi.


“Sesuai aturan Pemilu, caleg tidak dapat mengajukan keberatan ke MK, yang bisa mengajukan keberatan harus partai. Karena UU Pemilu itu mengamanatkan peserta pemilu adalah Partai Politik”, ujarnya.


Sebanyak 30 orang anggota DPRD Jabar yang kembali terpilih itu sebagai berikut;


I. Fraksi Partai Demokrat: 5 orang

1) Irfan Suryanagara, 2) Didin Supriadin, 3) Wawan Setiawan, 4) Sri Budihardjo, 7) Toto Purwanto.


II. Fraksi PDIP : 7 orang

1) Ineu Purwadewi, 2) Nia Purnakania, 3) Meilina K. Kadir, 3) Ijah Hartini, 4) Asyanti Rozana Thalib, 5) I.Budiono, 6) Agus Wliyanto,


III. Fraksi Partai Golkar: 5 orang

1) Ganiwati, 2) Ali Hasan, 3) Yod Mintaraga, 4) Siti Aisyah, 5) E Kusnadi,


IV. Fraksi PKS: 5 orang

1). Tate Qomarudin, 2) Nur Suprianto, 3) Is Budi Widuri, 4) Tetep Abdulatif, 5) Ridho Budiman Utama.


V. Fraksi Partai Gerindra: 4 orang

1) Syahrir, 2) Dady Rahonady, 3) Ricky Kurniawan, 4) Lina Ruslinawati.


VI. Fraksi PPP: 2 orang

1) Yusuf Puadz, 2) Omin Basuni


VII. FPAN: Maman Abdurahman


VIII. FPKB: Iemas Masithoh M Nur.

Berikut hasil perolehan kursi Parpol untuk DPRD Jabar, PDIP 20 kursi, Pgolkar 17 kursi, Pgerindra 12 kursi, Demokrat 12 kursi, PKS 11 kursi, PPP 9 kursi, PKB 7 kursi, Partai Nasdem 5 kursi, PAN 4 kursi dan Hanura 3 kursi. Total 100 kursi. @husein


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment