Saturday, June 14, 2014

Combiphar gelar aksi sosial ‘Batuk Itu Ganggu’

Combiphar gelar aksi sosial ‘Batuk Itu Ganggu’




LENSAINDONESIA.COM: Batuk benar-benar mengganggu, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Batuk ini jika dibiarkan berlarut-larut maka akan timbul yang lebih parah mulai dari dada sesak hingga Tubercolosis (TBC).


Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penanggulangan batuk, Combiphar selaku perusahaan healthcare terkemuka menggelar aksi sosial ‘Batuk Itu Ganggu’. Aksi sosial edukatif ini ditujukan kepada masyarakat luas, khususnya kaum muda yang berada di kampus-kampus, perkantoran, transportasi publik di 5 kota besar Pulau Jawa yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya.


Baca juga: Kualitas & khasiat obat herbal tetap terjaga hingga kini


Vice President Marketing Consumer Healthcare & Wellness PT Combiphar Weitarso Hendarto mengatakan, melalui aktifitas ini, pihaknya akan membagikan sekitar 100.000 masker pelindung Nexcare masyarakat sembari melakukan edukasi terhadap pentingnya melindungi diri sendiri dan lingkungan sekitar dari gangguan batuk.


“Melalui aksi sosial ini, kami ingin membangun kembali kesadaran masyarakat terhadap bahayanya jika kita membiarkan batuk berlarut-larut, pentingnya hanya mengonsumsi obat batuk yang aman dan berbahan dasar alami, serta perlunya memiliki budaya baru dalam mencegah serta menanggulangi batuk karena batuk itu benar-benar mengganggu, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain,” kata Weitarso kepada Lensaindonesia.com di Luna Negra, Plaza Bapindo, Jakarta, Kamis (12/06/2014).


Weitarso menambahkan, sasaran aksi edukatif ini adalah masyarakat luas dengan gaya hidup yang rentan dengan gangguan batuk. “Tingginya interaksi dengan kondisi luar ruang yang penuh debu dan polusi, kebiasaan mengonsumsi makanan-makanan yang tidak terjamin kebersihannya, dan rendahnya tingkat pemahaman terhadap jenis obat-obatan serta kandungannya yang aman, mendorong kami menggelar kampanye edukatif ini,” katamya.


Ditambahkan oleh Emilia E Achmadi, MS selaku Clinical Dietation serta pakar di bidang nutrisi dan pencegahan penyakit bahwa debu, polusi, makanan yang tidak bersih, makanan dengan bahan pengawet dan berkadar gula tinggi, serta gaya hidup yang tidak sehat dapat menjadi pemicu utama munculnya batuk.


“Batuk bukanlah penyakit, tetapi merupakan indikasi yang disampaikan oleh tubuh akibat terjadinya ketidakberesan di dalam tubuh penderita,” ungkapnya.


Menurut Emilia, batuk sesungguhnya adalah reaksi dari terjadinya iritasi yang terjadi di dalam tubuh sekaligus cara tubuh dalam mengeluarkan benda asing, lendir, atau debu dari paru-paru dan saluran nafas atas. Namun disayangkan, banyak orang, khususnya kaum muda, yang masih mengabaikan hal ini dan cenderung membiarkan batuk terjadi berlarut-larut tanpa berupaya mengatasinya.


“Jangan pernah meremehkan batuk dan membiarkannya berlarut-larut, sebab berpotensi memicu gangguan yang lebih serius yang tentunya memerlukan perawatan intensif dan biaya yang mahal. Di samping itu, jika tidak menggunakan masker atau menutup mulut pada saat batuk, maka penderita berpotensi menyebarkan kuman pemicu penyakit kepada orang-orang di sekitarnya. Jika sudah demikian, maka batuk tidak saja mengganggu diri si penderita sendiri, namun juga sudah mengganggu lingkungan sekitarnya,” jelas Emilia.


Tindakan pencegahan yang paling baik, kata Emilia, adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Namun jika batuk tanpa disadari sudah mulai muncul, hendaknya siapapun segera mengonsumsi obat batuk yang tepat.


Emilia juga mengingatkan perlunya kesadaran yang tinggi dari masyarakat untuk hanya memilih obat batuk yang memiliki kandungan alami, seperti obat batuk yang mengandung jahe yang bermanfaat untuk mengatasi radang secara efektif dan menthol untuk menenangkan batuk.


“Dalam meredakan batuk, penggunaan obat batuk yang mengandung antibiotik disarankan untuk dihindari karena justru berpotensi membunuh bakteri yang bermanfaat dan resisten terhadap bakteri berbahaya,” katanya.


Terkait dengan penggunaan bahan-bahan alami, Emilia mengatakan, ada bahan alami lainnya yang sangat populer yakni Licorice yang memiliki efek antiseptik, mengencerkan dahak, dan mempunyai efek menenangkan. “Licorice ada di dalam obat batuk hitam, tidak menimbulkan efek samping dan rasanya dapat diterima,” tuturnya.@rudi


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment