LENSAINDONESIA.COM: Hasil pemeriksaan kepolisian yang menyatakan pelaku pengrusakan dua wisma di Lokalisasi Dolly adalah orang gila, diragukan warga. Bahkan, warga balik menuding Polsek Sawahan yang menangani pemeriksaan dianggap tidak netral.
“Saya kita ini tidak netral. Sudah jelas-jelas pelaku menggunakan motor menuju Lokalisasi Dolly dan langsung melempar batu ke kaca wisma, masak begitu dibilang gila. Atau mungkin petugas kepolisian (Polsek Sawahan) juga perlu diperiksa waras atau tidak,” seru Syahputra, juru bicara Front Pekerja Lokalisasi (FPL), dengan nada sinis.
Baca juga: Komisi VIII DPR RI setuju penutupan Lokalisasi Dolly dan PSK Dolly ancam bakal goreng Walikota Surabaya jika berani datang
Tak hanya itu, pihaknya menilai pelaku pengrusakan dua wisma di Lokalisasi Dolly, merupakan orang suruhan untuk memanaskan situasi dan mencoba melakukan teror terhadap warga yang menolak.
“Sudah jelas itu orang suruhan. Beberapa warga melihat pelaku tidak sendiri. Bahkan ada beberapa petugas TNI terlihat di sekitar TKP sebelum kejadian. Setelah pelaku dikeroyok warga, mereka semua juga lari dan menghilang,” terangnya.
Seperti diberitakan Lensa Indonesia, kemarin seorang warga Lakarsantri berinisal MA mendadak menyerang Lokalisasi Dolly. Akibatnya dua kaca wisma pecah, yakni Wisma Putri Ayu II dan Wisma Sumber Rejeki. Pelaku akhirnya diamankan warga dan dihajar beramai-ramai. Namun akhirnya petugas Polsek Sawahan datang dan mengamankannya.
Belakangan, dalam pemeriksaan petugas penyidik Polsek Sawahan, dinyatakan bahwa pelaku adalah orang gila. Hal itu dibuktikan dengan adanya surat keterangan yang bersangkutan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Menur. @iwan_christiono
0 comments:
Post a Comment