LENSAINDONESIA.COM: Indonesia seharusnya bisa mengambangkan industri kreatifnya hingga mendunia, namun bukan malah menjadikannya sebagai pasar. Sudah saatnya, Indonesia menunjukan keunggulannya kepada dunia dan mampu menjadi pelaku ekonomi.
Direktur Indeks Digital, Jimmi Kembaren mengatakan untuk industri kreatif, Prabowo sudah memberikan contoh yang tepat bagaimana kelak pelaku industri ini bisa mendunia. Dalam acara debat kemarin, Prabowo memberikan contoh, yaitu anak tunggalnya Didit Hediprasetyo Prabowo, adalah seorang desainer lulusan Paris dan karyanya banyak dipakai di Paris dan Amerika Serikat.
Baca juga: Jusuf Kalla dan Mega resmikan RS Universitas Muhammadiyah Malang dan Kunjungi Rengasdengklok tengah malam, Jokowi disambut ribuan warga
Diketahui, rancangan terbaru Didit diantaranya gaun Spring dan Summer yang telah dipamerkan di situs fashion ternama bersama deretan nama desainer kelas dunia lainnya.
Prestasi lain yang diraih Didit Prabowo adalah menjadi perancang desain interior dan eksterior BMW Individual 7 Series yang hanya diproduksi lima unit. Bersama Karl Lagerfeld ia menjadi satu-satunya perancang Asia yang berkolaborasi perusahaan mewah dunia.
“Ini yang harusnya terjadi. Industri kreatif Indonesia bisa berkembang menjadi pelaku. bukan menjadi pasar industri kreatif dari bangsa asing,” kata Jimmi, Jakarta, Selasa (17/06/2014).
Sebaliknya, Jokowi menurut Jimmi tidak memiliki pemahaman terhadap industri kreatif. Itu kenapa Jokowi menawarkan agar Twitter agar berinvestasi di Indonesia.
“Kalau persepsi Jokowi seperti itu, sama saja dengan menyediakan pasar bagi industri kreatif asing,” tandas Jimmi.
Menurutnya, pelaku industri kreatif atau tim kreatifnya sedikit, jika Twitter buka kantor di Indonesia hanya menyerap sedikit tenaga kerja. Selebihnya Indonesia jadi pasar yang empuk bagi Twitter. Menurutnya, pemahaman industri kreatif Jokowi sama sekali tidak matang,” terangnya.
Sebab, lanjutnya sejatinya Indonesia memiliki kemampuan untuk mengembangkan perangkat sosial media yang sama dan asal mendapat dukungan. Bentuk dukungan termasuk yakni berupa proteks, sebab akan sulit bagi pengembang sejenis untuk bersaing dengan Twitter dengan modal yang sangat besar.
“Jika Jokowi paham konsep industri kreatif, harusnya dia mendorong lebih banyak karya orang Indonesia berstandar tinggi sehingga disukai orang Indonesia sendiri dan mancanegara,” katanya.
“Harusnya dia mempercepat dan mempermudah kesempatan bagi karya kreatif orang Indonesia sendiri. Bukan malah jadi marketing Twitter,” pungkasanya. @endang
0 comments:
Post a Comment