LENSAINDONESIA.COM: Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku merasa dirugikan dengan pemberitaan terkait isu dugaan pembocoran materi pertanyaan debat pertama capres dan cawapres.
Pasalnya, berita itu dimuat di salah satu portal online asatunews.com terkait bertemunya hadar Gumey dengan Ketua PDIP dan Komjen Pol Budi Gunawan yang dipergoki oleh Arif Puyono dari aktivis Serikat Pekerja BUMN di Restoran Satay House Senayan, Menteng Jakarta Pusat pada
Selasa lalu (10/6).
Baca juga: Pemilu Legislatif di Kabupaten Yahukimo, Papua tertunda dan KPU pastikan distribusi surat suara ke TPS rampung hari ini
Demikian disampaikannya oleh Komisioner KPU, Nafis Hadar Gumay dalam jumpa persnya yang didampingi Ferry Kurnia Rizkiyanzah, Sigit Pamungkas dan Arief Budiman di Media Center KPU, Jakarta, Senin (16/6/2014).
“Betul saya ke sana, tapi sayangnya apa yang disampaikan di dalam berita itu tidak benar, bukan ada pertemuan tapi bertemu tak sengaja,” ujar Hadar.
“Dalam isi berita saya baca, ada pejabat KPU pusat yang meminta identitasnya dirahasiakan melaporkan ke media melalui telepon perihal kedatanganya terkait pembocoran materi pertanyaan debat,” imbuhnya.
Menurut Hadar, kedatangannya di restoran satay house senayan adalah ketidaksengajaan. Hadar mengaku datang ke tempat itu karena ingin membeli makan malam.
“Pada tanggal 7 saya habis acara Bimtek di Hotel Golden Boutique Kemayoran Jakarta berencana makan malam, kita (masing-masing komisioner) bingung mau pergi ke mana, dan akhirnya jalan sendiri-sendiri, ada yang sebagian pulang ada yang sebagaian cari makan,” terangnya.
“Saya kontak Mas Arief (komisioner KPU) posisinya dia di Aryaduta, dan ia kabarin balik katanya macet di jalan, dan dia bilang makan di rumah sendiri-sendiri. Begitu pulang saya teringat restoran itu dan saya ke sana cari makan,” imbuhnya menjelaskan.
Ia menceritakan, disaat ia memasuki restoran itu, Hadar mengaku melihat di arah samping seperti sosok Trimedia Panjaitan, namun dirinya mencoba tidak menghiraukan dan langsung ke kasir untuk pesan makanan.
Dalam kesempatan itu, Hadar disapa oleh seseorang yang mengaku bernama Arif Puyono. Hadar, dalam pertemuan itu mengaku, dicurhati terkait masalah keluhan pilkada yang ada di Kalimantan Barat.
“Ia curhat, bagaimana keluhan pilkada di kalimantan barat, kira2 ada 10 menit. Begitu selasai dia kembali ke tempatnya agak pojok. Dan, saya kembali ke kasir nanya makanan saya apa sudah jadi belum,” ujarnya.
“Kemudian setelah saya mau jalan lurus saya ke dipanggil Trimedia, saya posisinya berdiri, dia bilang nitip ya, saya gak tau nitip apa, ya pikiran saya nitip pemilu berjalan baik, ya saya jawab nitip juga (pikiran saya agar pemilu bisa berjalan baik dan aman) dan bergegas pulang,” kata hadar menceritakan.
Hadar pun menegaskan, jika dirinya tidak mengenal dengan sosok Komjen Pol. Budi Gunawan yang juga berada di sana. “Saya tidak kenal Budi yang diberitakan tersebut,” tegasnya.
Selang beberapa hari, Hadar pun kaget dengan pemberitaan yang ada dijadikan percakapan di media sosial. Ia mengaku awalnya tak mau menggubris dengan pemberitaan yang dinilai tak benar itu. Namun, tak seperti dibayangkan, isu ini menjadi besar dan KPU pun ingin mencari tau kontak dari awak media tersebut guna bisa menghubungi untuk klarifikasi. Namun, hingga ini pihaknya merasa kesulitan untuk mengkontaknya.
Dalam kesempatan itu, Hadar kembali menyatakan, KPU melalui rapat internalnya, memutuskan, jika masih merasa sulit untuk bisa dilakukan klarifikasi ke media Asatunews.com, maka, pihaknya akan menempuh jalur somasi. @yuanto
0 comments:
Post a Comment