LENSAINDONESIA.COM: Beredarnya tabloid Obor Rakyat yang cenderung menyudutkan pasangan Jokowi-JK oleh sebagian kalangan bisa merugikan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 2 tersebut.
Tetapi, tidak demikian dalam pandangan dan analisis pengamat politik dan Direktur Political Communications (Polcomm) Institute, Heri Budianto.
Baca juga: Survei JSI: Peraih suara terbanyak PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat dan Survei Pol-TI umumkan PDIP top, Hanura-Nasdem terjerembab 7 dan 9
Menurut Heri, ada sisi lain dari persitiwa ini yang bisa menguntungkan pihak Jokowi-JK. Sisi lain itu adalah adanya kecendrungan masyarakat yang selalu menaruh simpati kepada mereka yang terkesan didzolimi.
“Kubu Jokowi-JK diuntungkan efek cinderela (mendapat simpati karena dizalimi),” ujarnya dalam diskusi bertajuk “Hitam Putih Kampanye” di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, (14/6/2014). Artinya, jelas tidak menguntungkan kubu Capres Cawapres No 1 Prabowo-Hatta.
Terlepas dari kejadian semua itu, Heri meyakini, bahwa masyarakat Indonesia tidak akan serta merta menelan setiap pemberitaan yang ada. Apalagi jika pemberitaan itu menyudutkan pihak-pihak tertentu.
Seperti diketahui, publik kembali diramaikan dengan pemberitaan tabloid Obor Rakyat Indonesia. Isinya menyudutkan Jokowi sebagai capres boneka yang selalu patuh dan tunduk dibawah kendali Ketua Umumnya di PDIP, Megawati Soekarno Putri.@firdausi
0 comments:
Post a Comment