Wednesday, June 4, 2014

Survei LSI Jokowi-JK unggul, Prabowo-Hatta masih berpeluang menang

Survei LSI Jokowi-JK unggul, Prabowo-Hatta masih berpeluang menang




LENSAINDONESIA.COM: Lembaga Survei Indonesia (LSI) menilai dengan kehadiran Jusuf Kalla sebagai Cawapres Jokowi,

ternyata menambah dukungan pasangan Jokowi-JK di teritori Timur. Sebaliknya, mengurangi dukungan pasangan ini di

teritori Indonesia wilayah Barat.


“Sementara efek JK di teritori Tengah, populasi pemilih pasangan, populasi pemilih terbesar (mencapai 60%) cenderung stabil. Hadirnya JK menambah dukungan pasangan Jokowi-JK dari 37,66%, menjadi 42,35% di teritori Timur. Dukungan di teritori Barat justru berkurang dari 36,12% menjadi 32,97%,” ungkap Rully di Gedung LSI,

Jakarta, Rabu (4/6/14).


Baca juga: LSI: Parbowo-Hatta kuasai Jakarta-Banten, Jokowi-JK unggul 5 provinsi dan HIPMI: Presiden terpilih jangan bentuk kabinet transaksional "perut"


Rully juga mengungkapkan, sebaliknya hadirnya Hatta Rajasa sebagai Cawapres Prabowo ternyata mampu menaikan elektabilitas pasangan ini di teritori Barat, namun menurunkan elektabilitas pasangan ini di teritori Timur. Elektabilitas pasangan ini naik dari 21,70 %, menjadi 24,61%, di teritori Barat, dan turun dari 21,0% menjadi

15,33% di teritori Timur.


“Secara umum pasangan Jokowi-JK masih unggul dari pasangan Prabowo-Hatta di ketiga wilayah teritori tersebut. Di

teritori Barat, Jokowi-JK memperoleh 32.97%, sementara pasangan Prabowo-Hatta didukunh 24,61% pemilih,” papar Rully.


Di teritori Tengah, elektabilitas Jokowi-JK 34,23%, sementara elektabilitas Prabowo-Hatta sebesar 25.92%. “Di teritori Timur, elektabilitas pasangan Jokowi-JK mencapai 42,35%, sementara pasangan prabowo-Hatta meperoleh dukungan sebesar 15.33%.”


Untuk Hatta Rajasa mampu mendongkrak suara di teritori Barat. Namun, efek yang sama terjadi di mana terjadi penggembosan suara di teritori Timur karena ada JK. “Elektabilitas Prabowo-Hatta naik dari 21,70 persen menjadi 24,61 persen di teritori Barat,” ucap Rully.


Di teritori Tengah (Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT) kurang terlihat perebutan suara oleh cawapres. JK memang dikenali sebagai tokoh Makassar, sedangkan Hatta dikenal sebagai tokoh Palembang.


Jokowi-JK Unggul Isu


Pada kesempatan ini pula, LSI juga mengukur kekuatan dari 2 pasang Capres-Cawapres untuk 5 isu populer yaitu, ekonomi, politik, hukum, keamanan, dan sosial. Jokowi-JK unggul dalam 4 isu populer tersebut.


“Dari 5 isu itu, Prabowo-Hatta unggul di satu isu, sementara Jokowi-JK unggul di empat isu lainnya,” imbuh Rully.


Rully menerangkan Prabowo-Hatta unggul di isu stabilitas politik dengan tingkat kepercayaan 37,03 persen. Sementara,

Jokowi-JK unggul di isu ekonomi dengan tingkat kepercayaan 38,78 persen, isu penegakan hukum 36,54 persen, isu keamanan 37,31 persen dan isu sosial 36,26 persen.


Meski unggul, Rully menilai peluang Prabowo-Hatta mengalahkan Jokowi-JK masih terbuka lebar. Alasannya, masih banyak responden atau publik yang belum menentukan pilihan.


“Dengan 34 hari tersisa menuju Pilpres, siapa yang menang masih terbuka. Prabowo-Hatta lebih kuat di mesin politik. Jokowi-JK kuat di antuiasime relawan,” tandas Rully.


Pengumpulan data survei dilakukan pada 1-9 Mei 2014 dengan menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah responden sebanyak 2400 dan dilakukan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dengan margin of error 2 persen. @endang


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment