LENSAINDONESIA.COM: Hubungan Andriani Marshanda alias Caca (25) dengan ibunya, Riyanti Sofyan memanas setelah artis cantik yang membintangi sinetron `Bidadari` itu mengaku dipasung di rumah sakit selama delapan hari dan kamarnya dijaga preman.
Menurut OC Kaligis, kuasa hukum Marshanda, ibunda Riyanti Sofyan sengaja menyewa preman untuk menjaga Marshanda selama delapan hari di Rumah Sakit Abdi Waluyo dan hanya membatasi 11 orang yang boleh berkunjung. Bahkan hanya perawat tertentu yang ditunjuk ibundanya yang boleh keluar masuk kamar.
Baca juga: Marshanda sekarang aman dalam perlindungan OC Kaligis dan OC Kaligis sebut Marshanda dijadikan `mesin ATM` ibu kandungnya
“Siapapun boleh mengunjungi pasien di rumah sakit sesuai jadwal apalagi diizinkan oleh pasien yang dirawat. Kecuali pasien itui dalam penanganan medis berada di ruang gawat darurat. Karena itu, apa yang menimpa Marshanda ini sudah bisa dianggap pelanggaran hukum,” papar OC Kaligis, kemarin.
OC Kaligis mengatakan sudah melapor ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk meminta perlindungan hukum dan memeriksa Riyanti Sofyan serta pihak-pihak lain yang terlibat penyekapan Marshanda ini.
Pengacara senior ini menambahkan kliennya tidak menderita sakit tapi malah dipaksa untuk berobat rumah sakit. “Itu tentu diluar kehendaknya sehingga jelas perbuatan orang yang melakukan ini bisa disebut pidana dan polisi berhak menyelidiki,” tegas OC Kaligis.
Menurut OC Kaligis, tindakan penyekapan delapan hari terhadap Marshanda di Rumah Sakit Abdi Waluyo itu bermula ketika Marshanda hendak pisah rumah dengan ibunya karena merasa sudah dewasa serta memiliki satu anak hasil pernikahannnya dengan Ben Kasyafani. Namun hal itu tidak disetujui Riyanti Sofyan dan memaksa anaknya untuk selalu tinggal di apartemen yang sudah ditentukan. “Motyivasi pemasungan dan penyekapan ini karena sejak kecil Marshanda dijadikan `mesin ATM untuk mendapatkan uang sebagai artis,” terangnya.
Sementara Marshanda sendiri menganggap tindakan ibunya sudah keterlaluan. Menurutnya, rencananya pindah rumah itu bukan karena tidak berbakti kepada orang tua melainkan menuntut hak sebagai anak yang sudah dewasa. “Selama ini saya memang diam, termasuk menyangkut masalah kontrak serta honor yang diterima, tapi ketika diminta tentang keterbukaan dan hak, maka ada reaksi penolakan,” katanya.
Sekedar diketahui, Marshanda dimasukkan ke Rumah Sakit Abdi Waluyo sejak 26 Juli lalu dan baru berhasil dibebaskan pada 2 Agustus kemarin. Proses pembebasannya sedikit rumit lantaran kamar rumah sakit tempat Marshanda ‘dipasung’, dijaga ketat sekelompok preman. “Akhirnya saya ketemu Marshanda. Dia cerita. ‘Saya dipaksa ibu, saya disuntik sampai puyeng,” bilang OC Kaligis saat dihubungi wartawan, Senin (4/8)
Setelah sempat bersitegang, Marshanda akhirnya berhasil dibebaskan setelah OC Kaligis minta bantuan Polsek Menteng, Jakarta Pusat. “Saya bilang ke preman itu. ‘Ini bukan wilayah elu, ini wilayah rumah sakit’,” tegasnya kala itu. @andiono
0 comments:
Post a Comment