LENSAINDONESIA.COM: Sebuah video menyeramkan yang menayangkan aksi kejam ISIS membantai puluhan tahanan Irak beredar di dunia maya. Diduga pembunuhan massal anggota ISIS ini dibuat setelah organisasi militer ini menyerbu kampung kelahiran Saddam Hussein, di Tikrit, Juni lalu.
Video ini dirilis bersamaan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri. Dalam gambar terlihat adegan bermula dengan lambang ISIS. Selanjutnya nampak sejumlah tahanan Irak diangkut beberapa truk layaknya hewan dengan pengawasan anggota ISIS yang membawa senapan laras panjang.
Baca juga: ISIS punya dana besar untuk bangun kekuatan militer dan ISIS ternyata bentukan Amerika Serikat, Israel dan Inggris
Begitu sampai di sebuah tanah kosong, tahanan itu diturunkan dan langsung diminta tengkurap di tanah dalam kondisi mata ditutup dan tangan terikat. Sejumlah tahanan sempat berusaha membela diri dengan menjelaskan mereka tak bersalah. Namun penjelasan mereka tak digubris anggota ISIS dan satu persatu dieksekusi dari belakang dalam jarak dekat dengan sejumlah tembakan oleh eksekutor yang berbeda-beda.
Sebagian tahanan Irak malah lebih mengenaskan. Mereka disuruh jalan dengan membungkuk ke arah sungai. Selanjutnya satu persatu kepala tahanan itu ditembak dan tubuhnya diceburkan ke sungai oleh anggota ISIS.
Sekedar diketahui, pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi mengeluarkan perintah bagi umat Islam di seluruh dunia untuk ‘mematuhi’ dia. “Akulah wali (pemimpin) yang akan memimpin Anda, meskipun bukan yang terbaik dari Anda,” serunya saat berhasil menguasai kota Mosul, Irak.
Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ternyata adalah organisasi bentukan dari kerjasama intelijen tiga negara, yakni Amerika Serikat, Israel dan Inggris. Hal itu diungkapkan salah satu mantan pegawai Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat, Edward Snowden.
Edward Snowden mengungkapkan jika satuan intelijen dari Inggris, AS dan Mossad-Israel bekerjasama menciptakan sebuah negara khalifah baru yang disebut dengan ISIS di Timur Tengah. Organisasi teroris itu menarik semua ekstremis di seluruh dunia dan menyebut ISIS adalah bagian strategi dengan nama ‘sarang lebah’.
Dokumen NSA yang dirilis Edward Snowden menunjukkan bagaimana strategi sarang lebah itu dibuat justru untuk melindungi kepentingan zionis Israel dengan menciptakan slogan Islam. Berdasarkan dokumen ini, disebutkan satu-satunya cara untuk melindungi kepentingan Yahudi-Israel di Timur Tengah adalah menciptakan musuh di perbatasan. @yh/andiono
0 comments:
Post a Comment