Sunday, August 3, 2014

ISIS punya dana besar untuk bangun kekuatan militer

ISIS punya dana besar untuk bangun kekuatan militer




LENSAINDONESIA.COM: Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang belakangan meresahkan umat Islam karena mengancam akan menghancurkan Ka`bah kini jadi sorotan dunia terkait perkembangan kekuatan militernya. Pasalnya organisasi ini berkembang sangat pesat sehingga publik bertanya darimana mereka memperoleh dana untuk membeli semua persenjataannya.


Pada 2013 lalu, ISIS sukses menguasai Kota Raqqa di Suriah yang merupakan ibukota provinsi pertama yang sukses dikuasai. Selanjutnya pada Juni 2014, ISIS juga menguasai Mosul di Irak sehingga mengejutkan dunia.


Baca juga: ISIS ternyata bentukan Amerika Serikat, Israel dan Inggris dan Kabah terancam dihancurkan gerilyawan ISIS


Sejumlah media lalu berspekulasi bahwa ISIS mengandalkan dana dari individu kaya di negara-negara Arab, terutama Kuwait dan Arab Saudi yang mendukung pertempuran melawan Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Tujuannya tentu untuk menguasai sejumlah ladang minyak di wilayah bagian timur Suriah.


ISIS juga dilaporkan menjual benda-benda antik dari situs bersejarah untuk mengumpulkan dananya. Lalu menjarah ratusan juta dolar dari bank sentral Irak di Mossul. Pasca menguasai ladang minyak di bagian utara Irak, keuangan mereka semakin besar.


Kelompok ini beroperasi secara terpisah dari kelompok jihad lain di Suriah, seperti al-Nusra Front, afiliasi resmi Al Qaeda di Irak. ISIS juga disinyalir tak memiliki hubungan baik dengan gerilyawan lainnya, bahkan cenderung ada ketegangan diantara mereka.


Sinyalemen ini makin menguatkan dugaan bahwa ISIS sebenarnya adalah bentukan intelijen negara-negara besar untuk memperpanjang konflik di wilayah Timur Tengah.


Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, ISIS ternyata adalah organisasi bentukan dari kerjasama intelijen tiga negara, yakni Amerika Serikat, Israel dan Inggris. Hal itu diungkapkan salah satu mantan pegawai Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat, Edward Snowden.


Edward Snowden mengungkapkan jika satuan intelijen dari Inggris, AS dan Mossad-Israel bekerjasama menciptakan sebuah negara khalifah baru yang disebut dengan ISIS di Timur Tengah. Organisasi teroris itu menarik semua ekstremis di seluruh dunia dan menyebut ISIS adalah bagian strategi dengan nama ‘sarang lebah’.


Dokumen NSA yang dirilis Edward Snowden menunjukkan bagaimana strategi sarang lebah itu dibuat justru untuk melindungi kepentingan zionis Israel dengan menciptakan slogan Islam. Berdasarkan dokumen ini, disebutkan satu-satunya cara untuk melindungi kepentingan Yahudi-Israel di Timur Tengah adalah menciptakan musuh di perbatasan. @andiono


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment