LENSAINDONESIA.COM: Permasalahan di tubuh Persebaya kembali muncul. Kali ini antara pihak manajemen Green Force dengan salah satu agennya, yaitu Francis Yonga.
Aroma perselisihan dua pihak ini dikarenakan Yonga tidak menuntaskan urusan ke-imigrasian pemain rekrutan anyar Persebaya yang bernama Issac Pupo. Padahal Issac Pupo yang didatangkan pada awal putaran kedua ISL belum sekalipun merumput di laga resmi.
Baca juga: Direktur Utama Persebaya angkat bicara soal tunggakan gaji pemain dan Agenda uji coba Persebaya kembali berantakan
Dia resmi meneken kontrak dengan Persebaya pada, Jumat (6/6) lalu. Saat itu, pemain asal Liberia yang berbendera agen Eko Subekti, dijanjikan pengurusan International Transfer Certificate (ITC)-nya bakal cepat kelar. Sayang, kinerja tidak profesional Francis Yonga menghambat urusan imigrasi Issac Pupo.
“Seharusnya administrasi Issac Pupo bisa cepat kelar kalau Francis Yonga benar-benar serius mengurus kekurangan administrasi OK John. Kami malah baru tahu jika ada administrasi OK John yang belum beres di Kantor Imigrasi. Apa yang dilakukan Francis Yonga benar-benar membahayakan tim kami,” kecam Asisten Manajer Persebaya Amran Said Ali.
Dia menjelaskan, lantaran molornya urusan administrasi Issac Pupo, membuatnya hanya menggunakan visa kerja yang harus diperbarui per 30 hari. Beruntung, pemain Timnas Liberia itu telah memperbarui visa kerjanya bertepatan dengan selesainya administrasi pengurusan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas). “Untungnya, urusan pendaftaran pemain ke PT Liga Indonesia (PT LI) sudah kelar jauh hari meski sempat terkendala Kitas,” beber Amran.
Amran mengakui, jika pihaknya kesal dengan sepak terjang Francis Yonga sebagai agen pemain. Dia menyebut Persebaya hanya sedikit menikmati hasil pemain yang direkomendasikan Yonga. “Berapa kali kami mendapat pemain yang sesuai dengan ekspektasi harapan. Semoga saja PSSI tegas menghukumnya agar tidak semakin banyak klub-klub yang menjadi korbannya,” tegasnya kesal.
Sementara itu, Sekretaris Tim Persebaya, Rahmad Sumanjaya, menambahkan jika urusan administrasi yang menghambat telah diselesaikan sendiri oleh OK John. Langkah yang diambil pemain Kamerun itu pun diapresiasi oleh manajemen. “Sebenarnya tidak etis jika dia (OK John) yang mengurus sendiri. Sebab Francis Yonga sudah mendapat uang dari kami untuk menyelesaikan administrasi di keimigrasian. Makanya, kami sangat menghargai upaya OK John,” terangnya. @angga_perkasa
0 comments:
Post a Comment