LENSAINDONESIA.COM: Kapolri Jenderal Sutarman menyebut pihaknya mengidentifikasi 56 warga negara Indonesia (WNI) berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria).
Jenderal Sutarman menambahkan, dari jumlah yang berangkat ke Suriah itu, tiga orang meninggal dunia beberapa waktu lalu. “Mereka berangkat ke Suriah melalui negara kedua atau ketiga. Tiga diantaranya beberapa waktu lalu yang meninggal disana,” terangnya tanpa merinci penyebab meninggal dan negara mana yang disinggahi.
Baca juga: ISIS buat video pembantaian terhadap puluhan tahanan Irak dan ISIS punya dana besar untuk bangun kekuatan militer
Saat ini Polri terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan terkait pergerakan ISIS di Indonesia. Pasalnya, belakangan muncul video di dunia maya yang berisi sekelompok warga Indonesia meminta kaum muslimin untuk bergabung dengan ISIS. “Pernyataan-pernyataan bahwa dia mendukung dan sebagainya perlu disikapi Polri dengan langkah proaktif. Semua elemen kepolisian wajib melakukan pencegahan dan penegakan hukum dalam kasus ini,” sambungnya di Mabes Polri, kemarin.
Sekedar diketahui, ISIS ternyata adalah organisasi bentukan dari kerjasama intelijen tiga negara, yakni Amerika Serikat, Israel dan Inggris. Hal itu diungkapkan salah satu mantan pegawai Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat, Edward Snowden.
Edward Snowden mengungkapkan jika satuan intelijen dari Inggris, AS dan Mossad-Israel bekerjasama menciptakan sebuah negara khalifah baru yang disebut dengan ISIS di Timur Tengah. Organisasi teroris itu menarik semua ekstremis di seluruh dunia dan menyebut ISIS adalah bagian strategi dengan nama ‘sarang lebah’.
Dokumen NSA yang dirilis Edward Snowden menunjukkan bagaimana strategi sarang lebah itu dibuat justru untuk melindungi kepentingan zionis Israel dengan menciptakan slogan Islam. Berdasarkan dokumen ini, disebutkan satu-satunya cara untuk melindungi kepentingan Yahudi-Israel di Timur Tengah adalah menciptakan musuh di perbatasan.
Setelah meluluh lantakkan makam Nabi Yunus dengan ledakan, ISIS mengaku akan menghancurkan Ka`bah jika berhasil menguasai Arab Saudi. Saat ini ISIS terus mengembangkan sayapnya dengan berupaya merekrut anggota baru dari sejumlah negara. @andiono
0 comments:
Post a Comment