Tuesday, August 12, 2014

Lengkapi berkas Dwi Martono, Kejari Kota Batu Direktur PT BTC

Lengkapi berkas Dwi Martono, Kejari Kota Batu Direktur PT BTC




LENSAINDONESIA.COM: Penyidik Kejari Batu akan mendatangkan Direktur PT Batu Tourisms Center (BTC) Abdul Latief yang kini tengah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Lowokwaru, Kota Malang.


Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batu, Meran mengatakan, Abdul Latif akan dimintai keterangan untuk melengkapi berkas berkas tersangka korupsi dana PT Batu Wisata Resources (BWR), Dwi Martono Arlianto.


Baca juga: Jadi tersangka, Direktur PT BWR terancam 20 tahun penjara dan Wow! Dana PT BWR Rp 1 miliar mengalir ke rekening Direktur BTC


Sesuai rencana, pemeriksaan terhadap Abdul Latief tersebut akan dilakukan Kejari Kota Batu, Kamis (14/8/2014).


“Itu kami lakukan untuk melengkapi dan memperkuat data terkait dengan tersangka korupsi di PT BWR,” kata Meran saat didampingi Kasi Pidsus Kejari Kota Batu, Jendra Firdaus, Selasa (12/08/2014).


Dia menjelaskan bahwa Dwi Martono Arlianto yang akrab disapa Anton itu terkesan tidak mau memenuhi panggilan tim penyidik. Menurut ia, jika tidak hadir lagi maka akan dilakukan jemput paksa untuk menjalani penahanan.


“Itu sesuai prosedur. Makanya, kami akan melengkapi berkas yang dibutuhkan, termasuk dengan memeriksa saksi yang sekarang ada di LP Lowokwaru itu. Keterangan saksi untuk memperkuat data yang sudah dipegang tim penyidik,” kata Jendra Firdaus.


Menurut Jendra Firdaus, pemanggilan terhadap Abdul Latief sebagai saksi itu sudah dikoordinasikan dengan pihak LP Lowokwaru. Dia menjelaskan, pihak LP Lowokwaru tidak keberatan bila Abdul Latief sebagai Direktur PT BTC diperiksa di kantor Kejari Kota Batu.


Alasannya, uang Rp 2 miliar sebagai dana penyertaan modal dari APBD Pemkot Batu untuk BUMD PT BWR tersebut ada dugaan mengalir ke PT BTC sebesar Rp 1 miliar. Sedangkan Rp 1 miliar lainnya tidak jelas pertanggungjawabannya.


Karena itu, papar dia, tim penyidik merasa sangat perlu untuk memeriksa Abdul Latief. Tujuannya untuk menelusuri aliran dana APBD Kota Batu itu.@wito_aji_dr


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment