Sunday, August 3, 2014

Open House maut di rumah JK harus diusut tuntas

Open House maut di rumah JK harus diusut tuntas




LENSAINDONESIA.COM: Kasus open house di kediaman cawapres terpilih Jusuf Kalla (JK) di Makassar, Sulawesi Selatan yang menewaskan dua pengantri sedekah diminta diusut hingga tuntas.


Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam keterangan persnya, Sabtu (20/08/2014) menyampaikan, JK harus mendorong kasus ini diselesaikan secara hukum agar rasa keadilan masyarakat tidak tercederai.


Baca juga: Ini pernyataan Dewan Masjid Indonesia soal korban halal bihalal JK dan Lebaran bersama selfie twitter SBY, Jokowi, Prabowo sampai Cinta Laura


Menurut Neta, jika kasus ini dihentikan maka kepolisian dan JK sebagai Wapres yang akan dilantik membiarkan pelanggaran hukum dan kezaliman terjadi di negeri ini, terutama di rumahnya.


“Dampaknya, bagaimana publik bisa percaya bahwa JK sebagai Wapres nanti akan melakukan penegakan supremasi hukum, karena pelanggaran hukum di rumahnya saja dia biarkan dan dia tutup mata. “Polresta Makassar tidak boleh menghentikan kasus ini,” papar Neta.


Panitia dan tuan rumah mengantisipasi situasi, menurut Neta, adalah pihak yang paling bertanggungjawab atas terjadinya insiden ini. Menurut dia lagi, peristiwa yang memakan korban jiwa itu tidak akan terjadi jika panitia dan tuan rumah tidak ceroboh dan cermat melaksanakan kegiatan pembagian sedekah tersebut.


“Panitia dan tuan rumah bisa mengaturnya tertib, sehingga tidak ada korban. Sementara kenapa di rumah JK tidak tertib dan jatuh korban? Hal ini menunjukkan panitia di rumah JK ceroboh,” tuturnya.


Seperti di ketahui, acara open house Jusuf Kalla (JK) di kediamannya Jl Hadji Bau, Makassar pada Selasa (29/07/2014) tersebut telah mengakibatkan dua penganti sedekah meninggal dunia.


Korban pertama adalah Hadika (11), warga Jl Daeng Tantu, Kelurahan Rappokalling Barat, Kecamatan Tallo. Dika tewas sesaat setelah terinjak-injak kaeena ribuan orang berdesakkan di lokasi open house.


Sedangkan korban kedua adalah Harni Daeng Ngintang (40), warga kompleks kusta Jl Dangko, Jongaya, Makassar. Wanita tersebut meninggal pada Jumat (01/08/2014) setelah tiga hari menjalani perawatan tim medis di RS Stellamaris.@ridwan_LICOM


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment