Tuesday, August 5, 2014

Tanpa PSK, Lokalisasi Dolly mati suri

Tanpa PSK, Lokalisasi Dolly mati suri




LENSAINDONESIA.COM: Ancaman para pemilik wisma Lokalisasi Dolly bahwa mereka tak akan menggubris Pemkot Surabaya dengan nekat kembali buka pada 5 Agustus 2014, ternyata tak terbukti. Bahkan kawasan prostitusi terbesar se-Asia Tenggara ini terkesan mati suri.


Dalam pantauan Lensa Indonesia, Selasa (5/8/2014) malam-Rabu (6/8/2014), sejumlah wisma di Lokalisasi Dolly tutup dan tak berpenghuni. Memang, hanya ada sedikit yang buka, namun tak aktivitas prostitusi PSK dan pria hidung belang disitu. Yang terlihat hanya beberapa orang yang nongkrong seperti orang linglung.


Baca juga: 16 PSK diciduk Satpol PP Surabaya usai Lebaran dan Lokalisasi Dolly disinyalir buka serentak 5 Agustus 2014


Beberapa pub dangdut di kawasan Lokalisasi Dolly-Jarak memang sudah beraktivitas lagi, namun pengunjungnya sepi. Tak seperti hari-hari biasanya yang selalu ramai dengan tamu. Hal itu bisa dimaklumi karena daya tarik utama kawasan itu, yaitu PSK sudah dilarang beroperasi oleh Pemkot Surabaya.


“Dulu kafe-kafe daerah sini bisa ramai kan gara-gara di Lokalisasi Dolly banyak PSK. Sehingga para tamu yang mabuk bisa langsung `jajan`. Lha sekarang PSK sudah gak ada, daya pikat utamanya juga gak ada,” terang salah satu pemilik kafe dan karaoke di Jl Jarak.


Sejumlah pemilik rombong yang menjual rokok, kondom dan obat kuat juga nampak lesu dan pandangan matanya kosong menoleh kesana kemari. “Mati sudah kalau kayak gini terus… mau makan apa anak istri di rumah. Modal dagangan gak balik, uang gak dapat, susah bener cari uang,” cetus Pak To, salah satu pemilik rombong sambil sesekali menghela nafas panjang. @andiono


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment