Saturday, August 9, 2014

Warga Duren Sawit Jaktim diteror sampah tidak diangkut capai 60ton

Warga Duren Sawit Jaktim diteror sampah tidak diangkut capai 60ton




LENSAINDONESIA.COM: Lagi-lagi masalah sampah di DKI Jakarta merepotkan dan selalu mengorbankan masyarakat. Kali ini, sampah di TPS (Tempat Pembuangan Sampah) kawasan pemukiman Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, dibiarkan tidak diangkut berhari-hari. Akibatnya, sampah menumpuk mencapai 60-an ton dan menimbulkan bau tak sedap.


Praktis, warga sekitar lokasi TPS seperti sengaja dibiarkan jadi korban menghirup udara busuk sampah. Tidak cuma itu, pemandangan tak sedap terkait sampah menggunung, semrawut, dan berserakan di sana-sini pun bukan hanya meneror warga setempat. Tapi juga mengganggu kenyamanan pengendara kendaraan yang melewati jalan itu.


Baca juga: Ahok gencar tertibkan PKL liar, aparat Jatinegara biarkan pasar ribut dan Jamaah masjid dukung kolong fly over Klender kumuh dijadikan taman


Kondisi sampah seperti ini, bukan hal baru di TPS tersebut. Anehnya, persoalan sama selalu terulang. Wajar, warga merasa terteror, kesal dan menganggap para petugas maupun penanggungjawabnya sampah di lokasi itu bermental “sampah”. Pasalnya, selalu mengulang problem sama, yaitu sampah tidak terangkut berhari-hari, sehibngga menumpuk dan menebar bau busuk.


Tidak jelas, kenapa sampah dibiarkan tidak terangkut hingga menggunung melebihi kapasitas. Mestinya satu dua hari sampah itu sudah dibersihkan para petugas kebersihan, dan diangkut truk sampah.


Sementara itu, Staf Kebersihan Kecamatan Duren Sawit Achmad Rojali saat dikonfirmasi LICOM, dia mengakui adanya sampah menumpuk itu lantaran armada truk pengangkut sampah sudah sepekan tak beroperasi.


“Saya juga perkirakan tumpukan sampah atau gunung sampah sudah mencapai 60 ton sampah. Armadanya sudah seminggu ini tak ada yang beroperasi. Ini bisa menghambat pengangkutan sampah,” kata Ahmad di Kantor Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, seolah merasa masalah pengangkutan sampah bukan tanggungjawab aparat kecamatan. @winarko


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment