LENSAINDONESIA.COM: Sinyaleman hengkangnya sejumlah partai dari Koalisi Merah Putih akibat perbedaan pendangan mengenai RUU tentang Pilkada yang mengembalikan sistem pemilihan kepala daerah secara langsung ke DPRD kian menguat.
Setelah Partai Demokrat menyatakan sikap mendukung pelasanaan Pilkada langsung, serta PAN dan PPP mulai merapat ke kubu Jokowi-JK, saat ini sejumlah elit Partai Golkar yang duduk di DPR RI dikabarkan akan membelot.
Baca juga: Aktivis LMN tolak UU MD3 dan RUU Pilkada dan Sikap SBY dan Demokrat belah kekuatan Koalisi Merah Putih
Politisi Partai Golkar Indra J Piliang memprediksi, bakal banyak anggota DPR RI dari partainya akan melawan keputusan partai pada rapat paripurna pengesahan RUU Pilkada 25 September nanti.
Pasalnya, kata Indra, di internal Partai Golkar terdapat perbedaan pandangan mengenai RUU Pilkada.
“Di internal Golkar terdapat perbedaan pandangan, saya kira nanti banyak yang membangkang,” ujar Indra di Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (20/09/2014).
Selain itu Indra mengatakan RUU pilkada merupakan sebuah kebijakan, jadi apabila terjadi voting pada rapat paripurna, maka harus dilakukan secara terbuka. Sehingga, dengan dilakukan secara terbuka menjadi kesempatan bagi para anggota dewan untuk menunjukan pilihannya yang sesuai dengan keinginan rakyat.
“Ini kan voting terbuka, jadi mereka akan disorot oleh publik mengenai pilihannya. Untuk mereka yang tidak terpilih lagi pada periode mendatang, dapat menjadi kesempatan untuk melawan keputusan partai, mereka yang tidak terpilih lagi tidak menpunyai beban, saya kira akan banyak yang seperti itu,” ujar Indra.
Indra mengatakan rapat paripurna nanti juga menjadi kesempatan anggota DPR untuk membuktikan bahwa selama ini yang menjadi keinginan rakyat dapat diperjuangkan melalui legislatif. “Ini kesempatan lagi buat dielu-elukan. Namun bukan dielu-elukan sebagai pecundang, melainkan pahlawan,” ujar Indra.
Golkar sendiri memiliki 106 kursi di DPR pada periode 2009-2004. Pasca Demokrat memilih untuk mendukung Pilkada langsung, peta suara di DPR berubah.
Berikut jumlah suara partai pendukung Pilkada tak langsung/lewat DPRD
- Partai Golongan Karya : 106 kursi
- Partai Gerindra : 26 kursi
- Partai Keadilan Sejahtera : 57 kursi
- Partai Amanat Nasional : 46 kursi
- Partai Persatuan Pembangunan : 38 kursi
Total dukungan : 273 kursi (48,7%)
Jumlah suara Partai pendukung Pilkada langsung
- Partai Demokrat : 148 kursi
- PDIP : 94 kursi
- PKB : 28 kursi
- Partai Hanura : 16 kursi
Total dukungan : 286 kursi (51,3%)
0 comments:
Post a Comment