Saturday, September 20, 2014

Prihatin! Indonesia tersandera batas maritim dengan 10 negara tetangga

Prihatin! Indonesia tersandera batas maritim dengan 10 negara tetangga




LENSAINDONESIA.COM: Pengamat perbatasan dan kemaritiman UGM (Universitas Gajah Mada), Dr. I Made Andi Arsana, ST, ME, mengungkapkan persoalan perbatasan maritim RI dengan 10 negara tetangga belum sepenuhnya tuntas.


Dari 10 negara tersebut, seperti India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Palau, Papua Nugini, Australia dan Timor Leste. Adanya 10 negara tetangga yang diungkapkan Andi bahwa wilayah perbatasannya masih bermasalah dengan Indonesia ini, praktis Indonesia seakan terus tersandera jika hal ini tidak bisa segera diselesaikan.


Baca juga: UGM siapkan deklarasi Indonesia bangkit jadi Negara Maritim, demi NKRI dan DanKRI Diponegoro-365 hadiri undangan Farewell Lunch MTF Commander


Malahan, menurut Andi, ada dua negara tetangga yang belum sama sekali dibahas perundingan batas negaranya dengan Indonesia. “Dua negara itu adalah Palau dan Timor Leste,” kata dosen teknik Geodesi UGM ini. Artinya, dengan dua negara itu masih gelap soal batas maritim.


Meski perundingan batas negara dengan 8 negara tetangga lainnya sudah dilakukan, namun ada beberapa daerah batas yang belum mencapai kesepakatan.


Andi mencontohkan, lokasi batas RI dengan Malaysia di daerah Selat Malaka, Selat Singapura, laut China Selatan, dan laut Sulawesi adalah batas wilayah sampai saat ini belum tuntas.


Menurutnya, belum dituntaskannya persoalan perbatasan dengan 10 negara tetangga ini ini disebabkan karena belum adanya kesepakatn antar kedua negara karena masing-masing negara mengklaim bahwa garis batas mereka masing-masing yang paling benar.


Akibatnya, kelompok mesyarakat yang paling dirugikan adalah nelayan. “Pelanggaran batas yang dilakukan oleh nelayan sebenarnya belum tentu melanggar garis batas kesepakatan, bisa jadi hanya melanggar garis batas yang merupakan keinginan negara masing-masing,” tuturnya.


Diketahui, Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Kongres Maritim Indonesia pada 23-24 September di Balai Senat, Kampus UGM. Akhir kongres diagendakan deklarasi kebangkitan Indonesia sebagai Negara Maritim. @licom.


(Humas UGM/Gusti Grehenson)


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment