Monday, October 6, 2014

Balas menyerang, Ahok tolak teken usulan Wagub DKI

Balas menyerang, Ahok tolak teken usulan Wagub DKI




LENSAINDONESIA.COM: Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok balas menolak menandatangani usulan calon Wagub DKI oleh PDI-Perjuangan dan Gerindra.


Sikap politis Ahok ini disebabkan banyak fraksi yang terus ‘menyerang’ Ahok saat penyampaian pemandangan pengunduran diri Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta.


Baca juga: Gerindra berhentikan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Paripurna pandangan Fraksi, PPP DKI keberatan ditinggal Jokowi


Selain itu, dua partai pengusung itu belum beresepakat dalam mencalonkan Wagub DKI.


“Aku enggak mau tandatangan (usulan cawagub). Suruh mereka (DPRD) baca baik-baik undang-undangnya, kalau Ahok enggak tanda tangan (usulan cawagub) bisa enggak mereka voting,” kata Basuki, di Balaikota, Senin (06/10/2014).


Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah disebutkan, jika kepala daerah terpilih menjadi pejabat lain, maka jabatan kepala daerah otomatis digantikan wakil kepala daerah. Maka, Basuki menggantikan Jokowi sebagai Gubernur DKI.


Ahok itu mengatakan, nama calon Wagub baru dapat diusulkan ke DPRD DKI, jika ada persetujuan tandatangan darinya. Dua partai pengusung akan mengajukan calon Wagub DKI pilihan mereka ke Basuki.


Kemudian, Basuki akan menandatangani usulan tersebut, jika setuju dengan pilihan calon wagub dari PDI-P dan Gerindra. Terakhir, Wagub DKI yang terpilih adalah yang memiliki voting anggota DPRD DKI terbanyak.


“Enggak bisa kan? Ya sudah lah. Lo gila, gue gila, ya sama-sama gila ha-ha-ha,” kata Basuki tertawa.


Dia menganggap lebih baik memimpin Jakarta sendirian, daripada harus membangun Jakarta dengan “pendamping” yang tidak sesuai dengan kriterianya.


“Ya sudah (memimpin Jakarta) sendiri saja kalau begitu, biarkan saja. Kalau kata fraksi Golkar, saya harus tunggu enam bulan untuk jadi Gubernur kan? Ya bagus dong, berarti enam bulan itu tidak ada wagub juga,” ujarnya.


Basuki memiliki tiga sosok calon wagub ideal untuk bersama memimpin Ibu Kota. Ketiga tokoh itu unggul dalam pengelolaan sebuah kota. Yakni mantan Wali Kota Blitar Djarot Saiful Hidayat, mantan Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono, serta Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Sarwo Handayani.


Namun, dua nama yang paling kuat mencuat dalam bursa calon Wagub DKI adalah Ketua DPD PDI-Perjuangan DKI Jakarta Boy Sadikin serta Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik. Terakhir, muncul nama Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Nachrowi Ramli yang akan menjadi calon Wagub DKI.


Bahkan, Basuki juga menyepakati usulan Nachrowi daripada mendukung dua nama terkuat yang bakal dicalonkan PDI-P dan Gerindra.@ridwan_LICOM


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment