Tuesday, October 21, 2014

Golkar Jatim dukung pemerintahan Jokowi-JK

Golkar Jatim dukung pemerintahan Jokowi-JK




LENSAINDONESIA.COM: Memasuki usia yang ke-50 tahun, Partai Golongan Karya (Golkar) menyatakan akan terus berbenah dalam urusan kepartaian.


Plt Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Edi Kuntadi mengatakan, usia 50 tahun merupakan usia yang tidak muda lagi. Inilah saatnya Partai Golkalr untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program yang ada di tahun sebelumnya.


Baca juga: DPD Golkar Jatim sayangkan pencopotan Zainudin Amali dan Caleg DPD kecewa dipandangan sebelah mata KPU


“Dalam usia ini kita harus dewasa dalam semua hal, disatu sisi dalam kepentingan politik. Politik pembangunan juga jadi perjuangan Partai Golkar. Memasuki usia 50 tahun ini saatya kita mengevaluasi apa yang ada di Partai Golkar hari ini dan terus menjalankan semua program sesuai visi Partai Golkar,” papar Edi, Selasa (21/10/2014).


Karenanya, partai dibawah pimpinan Aburizal Bakrie ini juga bersedia mendukung penuh pemerintahan baru, yakni pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).


“Golkar telah menunjukkan perannya, yang jelas kita mendukung pemerintahan ke depan. Kita tidak melihat apa yang sudah terjadi kemarin. Target Partai Golkara bagaimana kita bisa menjadi penyeimbang,” tegas pria yang juga Ketua DPP Golkar ini.


Dengan upaya tersebut, pihaknya juga telah meneruskan pesan kepada seluruh kader partai yang menjabat sebagai wakil rakyat, baik di tingkat DPR RI, DPRD provinsi hingga kabupaten/kota. “Kita harus mengawal dan menjadi penyeimbang terhadap peran perjalanan bangsa ini ke depan,” serunya.


Sementara disinggung kemungkinan akan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Edi Kuntadi mengaku telah mempersiapkan dua rencana dalam menghadapi Pilkada khususnya di Jawa Timur yang akan mulai dilaksanakan pada 2015 mendatang.


“Kami terus mengikuti proses pemilihan kepala daerah. Sekarang kami menyiapkan rencana A dan B sebagai antisipasi keluarnya peraturan baru,” imbuhnya.


Saat ini Partai Golkar perlu menyikapi segala situasi dan kondisi yang akan terjadi. “Jika memang terjadi perubahan dalam sistem Pilkada, maka partai Golkar sudah dalam posisi siap. Bisa memakai rencana A atau B,” tukas dia.@sarifa


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment