LENSAINDONESIA.COM: PT Semen Indonesia (dulu PT Semen Gresik) ‘kebekaran jenggot’ ketika dugaan setoran upeti kepada pejabat di Istana Nagara dibocorkan Ketua DPP Partai Gerindra yang juga Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono.
Bahkan, Media Relation PT Semen Indonesia, Mohammad Faiq Niyazi yang sebelumnya mengakui bahwa kasus tersebut sekedar isu lama yang pernah ditulis salah satu media, akhirnya keberatan berita ini dipublis.
Baca juga: Upeti rutin ke pejabat istana terendus media, ini jawaban Semen Gresik dan Semen Gresik setor upeti Rp 180 miliar ke pejabat istana berinisial SS
“Jawaban kami soal isu itu kok belum dimuat? soalnya sekarang masalah ini (setoran pejabat istana) sudah menjadi bahasan di internal kami,” kata Faiq saat menghubungi wartawan lensaindonesia.com di Surabaya, Selasa (21/10/2014).
Melalui sambungan telepon tersebut, Faiq meminta bantahanya segera ditayangkan agar masalah sensitif ini menjadi konsumsi publik secara luas.
Dalam bantahanya, PT Semen Indonesia menyatakan tidak mungkin memberikan setoran rutin kepada pejabat Istana Negara berinisial SS sebab selama ini setiap transaksi keuangan sudah terintegerasi dengan sistem pengawasan komputerisasi yang sangat ketat, baik transaksi terkait angkutan, distribusi, penjualan hingga semua budgeting.
Faiq juga membantah tudingan bila transaksi pembayaran ‘upeti’ kepada pejabat tinggi negara berinisial SS tersebut dilakukan melalui bank di luar Indonesia, yaitu bank Standard Chartered di Singapura.
Seperti diberitakan lensaindonesia.com sebelumnya, Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu mengungkap bahwa selama lama ini perusahana semen terbesar yang berpusat di Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu memberikan setoran kepada petinggi istana negara berinisial SS.
Bahkan Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono membeberkan, setoran ‘upeti’ kepada pejabat istana itu pun jumlahnya cukup fantastis, mencapai 180 miliar setahunnya.
“Modusnya pengambilan fee per sak (kemasan) semen ukuran 50 kilo sebesar Rp 1000 rupiah di mana setiap tahun PT Semen Gresik memproduksi semen dalam bentuk 50 kg per sak hampir 9 juta ton, atau setara dengan 180 juta sak semen. Dari fee sebesar Rp 1000 rupiah, otomatis istana mendapat setoran Rp 180 miliar setiap tahunnya,” ungkap Arief kepada lensaindonesia.com di Surabaya.
Arief melanjutkan, fee Rp 180 miliar yang disetor ke pejabat SS oleh PT Semen Gresik disetorkan di sebuah rekening bank Standard Chartered di Singapura.
“Cara ini untuk menghilangkan jejak. Tapi kami punya datanya. Dan kami siap melaporkan kasus ini ke KPK,” urai Caleg DPR RI Gerindra No 1 Dapil Kalimantan Barat itu.
Ketika disinggung apakah pejabat SS yang dimaksud adalah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi ?, Arief hanya menjawab dengan tertawa, “Ya begitulah, kita tidak perlu menyebut nama,” tukasnya.
Arief mengatakan, Federasi serikat pekerja BUMN Bersatu mendesak pemerintah membongkar praktek ‘haram’ di PT Semen Gresik tersebut. Karena praktek korupsi dan gratifikasi yang banyak merugikan negara.@Eld
0 comments:
Post a Comment