LENSAINDONESIA.COM: Baru dilantik sejumlah anggota DPR RI periode 2014-2019 sudah berulah. Dalam rapat paripurna penetapan pimpinan dewan pada Kamis (2/10/2014) dini hari kemarin adegan ‘ngotot-ngototan’ ditunjukkan wakil rakyat yang mencerminkan sikap tak mendidik.
Menanggapi akasi ricuh antara anggota DPR RI tersebut, Gubernur Jatim, Soekarwo menyebut bahwa anggota DPR tak punya pemahaman yang baik dalam berpolitik. Karena inti dari politik adalah kompromi dan rekonsiliasi. “Politik itu kompromi dan rekonsiliasi. Politik memang disitu. Kalau memang atos-atosan ya jelas nggak bisa,” ujarnya Jumat (3/10/2014).
Baca juga: Gubernur Jatim ingatkan sapi impor beredar di pasaran dan Gubernur Jatim siap lepas jabatan partai saat RUU Pemda disahkan
Soekarwo juga berharap hal itu tak akan dilakukan oleh anggota dewan di tingkat DPRD Jatim, terlebih dalam waktu dekat akan ada pembahasan serta pengesahan RAPBD 2015 yang ditargetkan selesai digedok pada 10 November mendatang.
Menurutnya dalam pembahasan RAPBD 2015 nanti haruslah ada kecepatan untuk melakukan rekonsiliasi dan kompromi. “Belajar dari situ (kericuhan DPR RI) harus ada kecepatan melakukan rekonsiliasi dan kompromi,” tandas Soekarwo.@sarifa
0 comments:
Post a Comment