LENSAINDONESIA.COM: Akibat rusuh mewarnai demo bersimbol Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI) dan Ormas Islam lainnya di depan Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih Jakarta, membuat 10 anggota kepolisian dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat terluka.
Korban anggota Polri terluka karena lemparan batu para pendemo yang menolak Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo (Jokowi).
Baca juga: Awali masa tenang, Jokowi umroh buktikan pemfitnahnya menipu publik dan Massa buruh Jakarta dukung Jokowi imbangi demo HMI?
Di antara para korban itu, terdapat dua anggota polisi terlihat mengalami luka parah, Keduanya bersama korban yang lain langsung dibawah ke RSCM. Kapolda Metro Jaya, Irjen Unggung Cahyono sempat melihat kondisi para anggotanya yang mengalami luka itu saat dirawat sementara di Balai kesehatan, Gedung Balaikota Jakarta.
Kapolda terlihat geram saat menyaksikan anggotanya menjadi korban tindakan anarkis para pendemo.
“Sepuluh orang anggota polisi yang luka dibawa ke RSCM,” kata Kapolda Unggung di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (3/10/14).
Unggung menjelaskan, pihak kepolisian sudah mengamankan 20 orang yang masuk dalam masa FPI untuk melakukan kericuhan. Selain itu, mereka yang ditangkap langsung dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.
Bahkan, masa saat melakukan demo minta Ahok mundur, secara beringas melemparkan batu, kotoran hewan, kotoran manusia, dan pecahan beling.
“Ada dua puluh orang yang sudah kita amankan untuk diproses,” jelas Kapolda Untung. @agus_irawan
0 comments:
Post a Comment