Friday, October 3, 2014

Jawa Timur siap hadapi MEA 2015

Jawa Timur siap hadapi MEA 2015




LENSAINDONESIA.COM: Provinsi Jawa Timur akan menginjak usia ke-69 tahun pada 12 Oktober 2014. Dalam memperingatinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim akan menggelar sejumlah agenda rutin seperti upacara peringatan, Pekan Oalahraga dan Porseni Daerah, Jatim Fair 2014 serta Pameran dan Pentas Seni Festival Seni Nusantara.


Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan, HUT Jatim ke-69 ini merupakan satu start penting dalam menghadapi pasar bebas Asean 2015.


Baca juga: Hadapi MEA, pemerintah diminta tingkatkan skil tenaga kerja dan LHKPN kadaluarsa, Soekarwo segera kumpulkan pejabat Pemprov


“Pemprov Jatim, bersama DPRD provisi, kabupaten/kota dan seluruh jajaran pemerintahan telah sepakat tidak mau hanya jadi pasar dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) nanti,” ujarnya saat melaunching Hari Jadi Provinsi Jatim di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat (03/10/2014).


Ia menjelaskan, pasar bebas Asean akan menyebabkan arus barang dan jasa tidak memiliki batasan. Barang yang bagus dan murah akan merajai pasar. Karenanya Jatim harus menjadi produsen dengan ikut bertarung menyerang Asean sehingga menang dalam pertarungan.


Menghadapi hal itu, Pemprov Jatim telah melakukan langkah-langkah strategis salah satunya memberikan pelatihan dan sosialisasi pentingnya tampilan produk atau packaging tampilan kepada UMKM agar menarik bagi produk kemasan sehingga diterima di pasar.


“Seperti kemasan atau packaging dari produk-produk UMKM kita yang harus diubah menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, sehingga dapat bersaing secara baik,” katanya.


Selain itu, berbagai upaya dan cara telah dilakukan oleh Pemprov Jatim. Hingga akhir 2014 nanti, Jatim telah melakukan kerjasama berupa pelatihan dengan Jerman, Jepang dan berbagai negara maju lainnya untuk meningkatkan skill dan keterampilan masyarakat Jatim.


Untuk menunjangnya, Pemprov Jatim akan segera mendirikan 70 SMK Mini. SMK Mini ini akan mengasah keterampilan anak sekolah seperti pariwisata dan keahlian las tidak lagi membidik pasar dalam negeri. Tujuannya dari SMK Mini adalah menyiapkan anak SMK dengan keterampilan selama 6 bulan selesai dengan standarisasi Asean, sehingga dapat bekerja di penjuru dunia.


Pihaknya mengimbau semua elemen agar menjadi petarung yang tidak kalah dalam Ekonomi Asean.


“Semuanya harus bergerak meningkatkan kesejahteraan dengan konsep untuk meningkatkan daya saing, packaging produk, peningkatan kualitas SDM. Ditargetkan tahun depan, Jatim bisa menguasai pasar produk Indonesia sebesar 40-45 persen. Tidak ada gunanya, proses MEA jika tidak meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim,” imbuh pria yang biasa dipanggil Pakde Karwo ini.@sarifa


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment