LENSAINDONESIA.COM: Seorang wakil mandor (pengawas) proyek terjatuh dari lantai 15 mall Tunjungan Plaza 5 Jl Embong Malang, Surabaya, Minggu (19/10/2014) siang.
Korban adalah Daryono (35) pekerja proyek pengembang mall itu pun tewas seketika setelah jatuh dari lantai 15 ke lantai 9.
Baca juga: Tamu Hotel JW Marriott tewas, Kapolsek larang wartawan mengekspos dan Tamu Diskotek Station ditebas pisau penghabisan
Informasi yang dihimpun pihak kepolisian dari sejumlah saksi di lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa tragis itu terjadi saat istirahat istirahat siang. Ketika itu korban hendak turun ke lantai bawah dengan menggunakan lift. Namun nahas, Daryono terpeleset dan jatuh.
”Korban jatuh dari lantai 15 ke 9. Waktu itu korban akan masuk lift, tapi saat menunggu terpeleset dan terjatuh,” kata Kanit Reskrim Tegalsari, AKP M Akhyar.
Masih kata Akhyar, di lantai 15 korban bersama Agus Suhono, wakil mandor proyek lainnya. Tetapi Agus terlebih dulu turun melalui life satunya, sedangkan korban masih menunggu life lainnya terbuka. Tapi, begitu Agus sampai di lantai 9 dan keluar life, terdengar keras suara benda jatuh. Setelah dilihat, ternyata korban jatuh.
Melihat adanya korban laka kerja, maka pihak kepolisian langsung membawa jenasah ke Kamar Mayat RSUD Dr Soetomo, dari situ diketahui bahwa akibat peristiwa naas itu, korban mengalami luka cukup parah.
Dimana kepalanya pecah tepatnya pada tengkorak sisi kiri, rahang sebelah kiri sobek dan hancur akibat tertusuk besi saat jatuh. “Termasuk kedua kaki dan tangan kanan patah hingga tulang siku keluar. Diduga karena mengenai beton saat jatuh,” kata petugas di kamar jenasah.
Sayang adanya berita mengenai kejadian ini, pihak pengembangan mall di Tunjungan Plaza 5 seakan-akan menutupi, apalagi dari buku laporan kepolisian Polsek Tegalsari baru diterima pukul 15.30 Wib.
”Makanya saya binggung saat teman-teman telpon ada seseorang jatuh di proyek TP. Ternyata laporannya lambat ke sini (Polsek Tegalsari),” aku Akhyar.
Saat ditanya apakah tidak ada kecurigaan atas pristiwa ini, Akhyar belum bisa memberi kesimpulan. Karena pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. “Kami masih mendalami kejadian ini, apa ada kejanggalan atau tidak. Termasuk mengapa laporkannya lambat,” urai Akhyar.
Pihak proyek sendiri juga bersikap tertutup. Saat peristiwa laka kerja itu dimintai klarifikasi untuk kebenarannya, pihak security proyek pengembangan TP engan memberi keterangan secara detail. “Saya juga tidak tahu persis kejadianya, kejadiannya di sebelah belakang,” sebut Ari, salah satu security di lokasi kejadian.@ridwan_LICOM
0 comments:
Post a Comment